Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Upaya Agar Bisa Berhenti Bermain Judi Online, Dosen UM Surabaya : Bangun Kesadaran Diri

Kecanduan judi online dapat menjadi masalah serius yang memengaruhi kehidupan seseorang. 

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
Serambinews.com
Ilustrasi judi online - Kecanduan judi online dapat menjadi masalah serius yang memengaruhi kehidupan seseorang.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kecanduan judi online dapat menjadi masalah serius yang memengaruhi kehidupan seseorang. 

Dosen Ekonomi Syariah UM Surabaya Fatkur Huda mengungkapkan berhenti judi online merupakan komitmen yang harus dilakukan dengan serius. 

Salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu membangun kesadaran diri.

Dalam hal ini seseorang menyadari bahwa judi online merupakan tindakan yang salah, sehingga bisa menjadi persoalan dalam setiap individu, Fatkur menghimbau agar seseorang menyadari akan dampaknya terhadap kehidupan.

“Seperti persoalan keuangan yang semakin tidak stabil, hubungan keluarga yang tidak lagi harmonis karena menyimpan kebohongan. Tak hanya itu, hal ini juga akan memberikan pengaruh terhadap kesehatan mental,”ujar Fatkur, Senin (17/6/2024). 

Baca juga: Hanya Tiga Bulan, Transaksi Judi Online di Indonesia Capai Rp 100 Triliun, Jokowi Bentuk Satgas

Kemudian mulai batasi akses ke judi online dengan melakukan pemblokiran aplikasi atau software yang dapat memberikan akses pada situs judi online, sehingga seseorang tidak memiliki akses yang mudah ke ruang tersebut untuk berjudi. 

“Hal itu dapat diganti dengan kebiasaan yang dapat memberikan dampak positif seperti membaca, olahraga maupun terlibat dalam aktivitas sosial yang lain yang dapat membantu seseorang dalam memberikan kegiatan positif,”imbuhnya lagi. 

Selain itu perlu mengenali pemicu judi online dengan membuat jadwal harian yang terstruktur untuk menjaga agar tetap sibuk dan identifikasi situasi atau kondisi yang memicu keinginan untuk berjudi dan sebisa mungkin hindari situasi tersebut.

“Jika perlu seseorang dapat meminta bantuan professional kesehatan mental untuk dapat dukungan yang lebih mendalam,”pungkas Fatkur. 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved