Ibadah Haji 2024

Hindari Cuaca Panas Siang Hari, Banyak Jemaah Haji Indonesia Pilih Melempar Jumrah Dini Hari

Hindari cuaca panas saat siang hari yang mencapai 45 derajat celsius, banyak jemaah haji Indonesia memilih melempar jumrah pada dini hari.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/M Taufik
Jemaah haji saat berada di kawasan Jamarot untuk melempar jumrah, Selasa (18/6/2024) dini hari.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, M Taufik

TRIBUNJATIM.COM, MAKKAH - Kepadatan di sekitar Jamarot langsung terasa, begitu melewati tengah malam.

Rombongan jemaah haji dari beberapa arah datang berbondong-bondong untuk melontar jumrah. 

Mereka memilih waktu dini hari untuk menjaga fisik.

“Kalau siang panas banget. Makanya kami pilih dini hari saja,” kata Wasinih, jemaah asal Indramayu saat di Jamarot, Selasa (18/6/2024) dini hari. 

Tiga kali melempar jumrah selama tiga hari belakangan, dia bersama keluarga dan teman-temannya mengaku selalu memilih dini hari. 

“Fisik saya tidak sekuat yang muda-muda. Makanya pilih malam. Dan kami juga selalu lantai tiga (tempat lontar jumrah) karena di sini lebih landai dibanding yang bawah,” lanjutnya. 

Selain Wanisih dan rekan-rekannya, banyak rombongan lain memilih waktu dini hari.

Alasannya hampir sama, karena menghindari cuaca panas saat siang hari yang mencapai kisaran 45 derajat celsius. 

Hal itu juga yang dipesankan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kepada jemaah haji Indonesia untuk tidak melontar jumrah sebelum pukul 16.00 atau empat sore.

Baca juga: Jadwal Melempar Jumrah untuk Jemaah Haji Indonesia, Wajib Hindari Waktu-waktu Larangan

"Merujuk pada imbauan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, kami meminta jemaah untuk tidak melontar jumrah sebelum pukul 16.00 waktu Arab Saudi," kata Staf Khusus Kemenag bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo. 

Imbauan ini dikeluarkan mengingat suhu yang tinggi, serta untuk menghindari tekanan panas bagi jemaah.

“Di Mina saat ini suhunya mencapai 45 derajat (celsius). Ini harus jadi perhatian para jemaah untuk menghindari heatstroke," ungkap Wibowo.

Karenanya, Kementerian Haji mencegah seluruh jemaah meninggalkan Jembatan Jamarat untuk jumrah pada pukul 11.00 hingga 16.00 WAS. 

Bahkan Kementerian Haji juga menugaskan keamanan di tenda-tenda untuk mencegah jemaah berangkat sebelum pukul 16.00.

Pintu-pintu maktab ditutup, dikunci dan dibuka kembali setelah pukul 16.00 WAS.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved