Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Nasib Pemilik Kafe Curhat soal Rombongan Jarang Beli, Tuai Pro Kontra, Percaya Rezeki Tak Tertukar

Seorang pemilik cafe menjadi perbincangan dan menuai pro dan kontra setelah curhat di sosial media sosial 'Rojali' alias Rombongan Jarang Beli'.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
Instagram @agus_arya
Curhatan pemilik kafe ini menjadi perbincangan di media sosial karena membahas fenomena Rojali alias Rombongan Jarang Beli 

TRIBUNJATIM.COM - Begini akhirnya nasib pemilik kafe yang curhatannya viral membahas 'Rojali' atau Rombongan Jarang Beli di tempatnya bekerja.

Pemilik kafe tersebut bercerita di platform media sosial dan berakhir menuai perbincangan.

Usai viral, pemilik kafe bernama Agus Arya itupun tetap percaya bahwa rejeki tidak akan tertukar dan berubah.

Kini, video curhat Agus Arya mengenai fenomena rojali ini tersebar luas di berbagai akun media sosial lainnya.

Komentar netizen di media sosial ternyata berisi pro dan kontra.

Menanggapi hal tersebut, terbaru Agus pun berterima kasih kepada warganet yang telah memberikan saran-saran terhadap usaha kafenya.

"Mengenai rojali yang viral, bahkan saya pun tidak menyangka akan seviral ini, tentunya mengundang banyak komentar baik saran maupun masukan," kata Agus dalam video yang diunggah pada Senin (17/6/2024), seperti dikutip TribunJatim.com via TribunSumsel.com

"Saya ucapkan terima kasih juga yang sudah memberikan saran ataupun masukan, walaupun dari sebagian saran-saran tersebut sudah pernah saya terapkan di kedai saya," imbuhnya.

Agus Arya menyadari banyak warganet yang berkunjung ke profil media sosialnya sehingga mengetahui keberadaan kedainya tersebut.

Baca juga: Berlagak Jadi Pengunjung, 2 Pemuda Ini Nyolong Scoopy di Kafe Surabaya, Cuma 10 Detik Bobol Kontak

"Mungkin tidak sedikit dari teman-teman yang mengunjungi profil saya dan akhirnya mengetahui keberadaan kedai tersebut," tuturnya.

"Tentunya akan memberikan dampak positif maupun negatif bagi kedai saya," tambahnya.

Kendati demikian, Agus tidak mempermasalahkan kedainya diketahui banyak orang.

Agus percaya, rezeki sudah tertakar dan tidak akan tertukar.

Pemilik kafe yang menuai sorotan
Pemilik kafe yang menuai sorotan (TikTok)

"Mudah-mudahan dengan viralnya video tersebut akan menyadarkan banyak rojali-rojali khususnya di area Jogja," bebernya.

"Dan untuk teman-teman owner dalam hal ini di bidang kuliner, mudah-mudahan tidak ada rojali yang masuk ke kedai Anda tanpa order," ucapnya.

"(Semoga) diberikan kesuksesan dan kesehatan selalu untuk teman-teman semua yang sudah menyaksikan video ini," tutupnya.

Sebelumnya, curhatan Agus Arya seorang pemilik kafe terkait oknum 'Rojali' atau Rombongan Jarang Beli menuai pro dan kontra.

Pemilik kafe bernama Agus Arya itu bahkan menyinggung pendapatan usahanya setelah didatangi Rojali dilansir dari Instagram miliknya, @agus_arrya, Jumat (14/6/2024).

Dipantau TribunJatim.com hingga kini postingan Agus Arya masih menjadi perbincangan.

Agus Arya menceritakan kondisi kafenya yang berlokasi tidak jauh dari Jalan Timoho dan Jalan Laksda Adi Sucipto, Yogyakarta karena sering didatangi Rojali.

"Rojali, rojali adalah rombongan jarang beli," kata Agus membuka videonya.

"Istilah ini didapat dari orang-orang yang sering datang ke kedai kopi atau ke coffee shop tetapi tidak order hanya numpang duduk dan WiFi," tambahnya.

Baca juga: Dituding Nunggak Gaji Karyawan Rp2 Juta, Pemilik Kafe Elite Jadi Sorotan, Diduga Produser Film Tenar

Menurutnya, oknum Rojali adalah para mahasiswa yang juga sering menggelar rapat namun tidak banyak memesan di kafe tersebut.

"Rojali ini didominasi oleh oknum-oknum mahasiswa yang sering melakukan di sebuah kafe atau kedai kopi," ungkapnya.

"Ciri-ciri dari rojali ini adalah datang sendiri atau berdua dan berkembang biak menjadi banyak," tambahnya.

Menurut Agus, oknum rojali ini kerap beralasan jika ditawari menu oleh pihak kafe.

"Setiap kami tawari menu, jawabannya selalu masih menunggu," tuturnya.

"Setelah kami tunggu ternyata temannya itu datang membawa es teh dan cilok dari luar," imbuhnya.

Agus pun menyarankan, agar para oknum rojali ini tidak lagi menggelar rapat atu diskusi di kafe jika tidak berniat untuk memesan.

"Nah, sedikit saran aja untuk para rojali ini lain kali kalau melakukan rapat atau diskusi mending di depan bakul wae, gelar tiker malah syahdu, oke," ujarnya.

Fenomena kehadiran Rojali ini memiliki dampak buuk lantaran merugikan kafe dari sisi finansial.

"Semakin ke sini semakin agak meresahkan," kata Agus.

"Bayangkan misalnya dalam satu tahun, untuk kedai kopi yang segmennya mahasiswa, ada beberapa bulan harus dimaksimalkan dan ada beberapa bulan yang kami harus sabar," tambahnya.

Menurut Agus, keberadaan para rojali ini bisa membuat kafenya kehilangan calon pelanggan yang kemudian berpengaruh pada pendapatan.

Apalagi, jika para rojali ini datang di kala bulan-bulan sepi pengunjung.

"Nah kalau memang pas di posisi dalam beberapa bulan yang bisa kita dorong untuk mencari omzet sedangkan waktu itu dihuni rojali-rojali jadi enggak jalan kafenya," katanya.

"Itu sangat disayangkan sekali," lanjutnya.

Agus menilai, menjalankan sebuah kedai kopi memang memerlukan perhitungan detail.

"Aku yakin temen-temen yang punya usaha kedai kopi atau usaha kopi tahu bulan-bulan apa terus misalnya mahasiswa libur itu pasar seperti apa, bulan Ramadan seperti apa, musim hujan seperti apa, tidak semudah yang dibayangkan," tuturnya.

"Mengelola sebuah kafe itu harus benar-benar detail," ucapnya.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved