Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Malang

Berdiri Sejak 1968, Pabrik Emba di Kota Malang Minta Pemkot Bantu Promosi agar Lebih Dikenal Luas

Pelaku usaha garmen asal Kota Malang bermerk Emba membutuhkan bantuan promosi dari Pemkot Malang.

Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/PURWANTO
Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (rompi hitam) didampingi staf dari PT Kasih Karunia Sejati atau Emba Jeans meninjau produksi pakaian di PT Kasih Karunia Sejati atau Emba Jeans, Malang, Jawa Timur, Jumat (5/7/2024). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Purwanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelaku usaha garmen asal Kota Malang bermerk Emba membutuhkan bantuan promosi dari Pemkot Malang.

Upaya ini perlu dilakukan untuk memasarkan produk asli Kota Malang yang sudah berdiri sejak 56 tahun lalu (sejak 1968) itu ke publik.

Bagian Personalian PT Kasih Kurnia Sejati yang memproduksi Emba, Joko Tritjahjana mengatakan banyak orang mengira bahwa Emba berasal dari Jakarta. Bahkan ada yang menganggap Emba adalah produk luar negeri.

Padahal, Emba berasal dari Kota Malang. Produksinya telah menguasai banyak tempat perbelanjaan modern di Kota Malang dan sekitarnya. Emba juga melayani permintaan luar negeri.

Bantan promosi dinilai akan membantu Emba dikenal oleh publik lebih luas. Selain itu juga mengetahui bahwa Emba produk asal Kota Malang yang berkualitas.

"Di pabrik ada lebih dari 600 pekerja, kemudian di pusat perbelanjaan juga ada. Ada seribu lebih karyawan yang kami miliki," ujar Joko, Jumat (5/7/2024).

Baca juga: Banner Pj Wali Kota Malang Bertebaran, Pemkot Beri Penjelasan

Emba mampu bertahan hingga setengah abad lebih dengan kepercayaan memberikan model atau desain yang terbaik bagi konsumennya.

Kompetisi saat ini semakin penting dan sehat, namun Joko meyakini upaya mereka bertahan di tengah terpaan arus pemutusan hubungan kerja tidak akan berdampak buruk.

PT Kasih Kurnia Sejati tidak melakukan PHK sejauh ini. Mereka berupaya memepertahankan kualitas desain dan kain untuk menjaga produktivitas.

Hal itu berdampak pada kebutuhan tenaga kerja sehingga tidak memungkinkan mengurangi karayawan. Dalam sehari, Emba dapat memproduksi 400 potong celana.

"Kami tidak ada PHK. Kami lebih banyak ambil tenaga perempuan. Hanya sebagian kecil saja yang laki-laki," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Malang Komitmen Gunakan APBD untuk Pelayanan Publik, DPRD Minta Tak Muluk-muluk Pasang Target

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan PT Kasih Kurnia Sejati telah banyak membantu pembangunan Kota Malang. Keberadaan perusahaan itu juga telah memberikan dampak pada serapan tenaga kerja.

"Tadi saya melihat sejauh mana produksinya, tidak kalah dengan yang lain. Dari hasil produksi ini, sudah betul-betul sesuai keinginan desainer. Modelnya tidak kalah dengan yang lain. Bisa menyerap tenaga kerja di Kota malang. Kami menawarkan ke luar ada pabrik lokal dari Kota malang, kualitas bahannya juga tidak kalah. Apabila ini berkembang akan berkontribusi baik terhadap pendapatan daerah," ujar Wahyu dalam upaya mejawab harapan adanya bantuan promosi.

Wahyu juga menerangkan, selain kembanggan produk asli Kota Malang, Emba memiliki kearifan lokal. Hal itulah yang menjadi nilai lebih dari merk Emba.

Wahyu telah memulai program Kamis Mbois yang menginstruksikan para pegawai mengenakan produk lokal. Tidak menutup kemungkinan produk Emba juga dipakai.

"Saya datang ke sini untuk menyemangati. Kemudian, Pemkot Malang memahami ada produk-produk dari Kota Malang yang tidak kalah. Kami berahrap produknya bisa diketahui lebih luas oleh warga Kota Malang," kata Wahyu setelah mengunjungi pabri Emba

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved