Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tabrakan Maut Isuzu Elf di Tol Ngawi

Fakta Latar Belakang Korban Tabrakan Maut Isuzu Elf di Tol Solo, ini Pesan Terakhir dengan Ibunda

Lima dari enam orang korban tewas penumpang Isuzu Elf menabrak truk muatan bata ringan di Tol Solo-Ngawi, KM 497.800, pada Sabtu (13/7/2024) dini hari

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Luluk Maslicha (66), dan Firdausatun Ni'mah (31) saat ditemui di rumah duka, Sabtu (13/7/2024) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lima dari enam orang korban tewas penumpang Isuzu Elf menabrak truk muatan bata ringan di Tol Solo-Ngawi, KM 497.800, pada Sabtu (13/7/2024) dini hari, merupakan rombongan satu keluarga pengasuh Yayasan Pendidikan Darul Falah Surabaya

Yayasan pendidikan Agama Islam tersebut, berlokasi di Jalan Kalilom Lor 1 No 25, Tanah Kali Kedinding, Kenjeran Surabaya. Pemimpin sekaligus pengasuh yayasan, Abdul Manan (69).

Dia merupakan satu di antara enam orang korban tewas akibat kecelakaan maut tersebut. Sedangkan lima orang korban tewas lainnya, merupakan cucunya, berinisial AMF (4) dan AM (9 bulan). 

Baca juga: Tabrakan Adu Banteng dengan Polisi, Mantan Anggota DPRD Magetan Meninggal Dunia

Kemudian, anak kandungnya yang keenam, Achmad Rofiuzein (26). Kemudian, menantunya, Rifatul Fatati (26). 

Sedangkan, korban tewas bernama Ahmad Fendi Ghozali (24), merupakan kru minibus bertugas sebagai pemandu wisata. 

Istri Abdul Manan, Luluk Maslicha (66) terus menerus mengelus-elus dadanya seraya melafalkan istigfar selama duduk di ruang tengah rumah, seraya menyambut puluhan orang pentakziah yang datang dan pergi silih berganti. 

Ia mengaku baru mengetahui kabar duka dari sang suami dan keluarganya, pada pukul 08.00 WIB, atau enam jam setelah kecelakaan pukul 02.00 WIB, Sabtu (13/7/2024). 

Kabar tersebut bukan tiba dari saluran komunikasi resmi pejabat kepolisian ataupun dinas terkait yang berwenang atas penanganan kejadian tersebut. 

Ternyata kabar tersebut tersiar melalui jejaring informasi berbagai organisasi ke-NU-an yang juga diikuti selama ini oleh mendiang suaminya. 

"Kami dapat informasi dari kiriman teman teman NU nyebar di medsos. Sudah tahu semua. Tapi saya enggak tahu siapa yang nyebar. Tadi pagi jam 8-an," ujarnya saat ditemui Tribunjatim.com di rumah duka yang beralamat sama dengan lokasi yayasan sekolah milik korban, Sabtu (13/7/2024) siang. 

Baca juga: Rencana Wisata ke Yogyakarta Berujung Maut, Rombongan Elf dari Surabaya Tabrak Truk, 2 Balita Tewas

Selain itu, Nenek dua cucu itu juga mengaku tidak memiliki firasat aneh yang dapat dihubungkan dengan adanya kejadian kecelakaan nahas tersebut. 

Cuma ia teringat, bahwa dirinya sempat ditawarkan untuk mengikuti perjalanan agenda liburan ke Yogyakarta tersebut oleh sang suami; Abdul Manan. Namun, ia sengaja menolaknya. 

Alasannya, bukan apa-apa. Ia mengaku, kondisi fisiknya yang mulai senja tak lagi dapat berjalan atau pun beraktivitas ekstra untuk sekadar plesiran di suatu tempat wisata. 

"Iya saya berpesan, kalau bepergian jangan bersamaan satu mobil. Kalau bisa beda mobil. Kalau kejadian seperti ini, kan bagaimana. Iya saya sempat mengingatkan. Saya juga ingatkan agar baca Ayat Quran semua," jelasnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved