Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Ponorogo

Nasib SDN 2 Karangpatihan Ponorogo, Gedung Tak Layak Tapi Masih Banyak Peminat, Karena Lokasi

Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo tak layak. 

TribunJatim.com/Pramita Kusumaningrum
Plafon ruang kelas 4 SDN 2 Karangpatihan Ponorogo Sengaja Dijebol Agar Tidak Mengenai Siswa 

Laporan Wartawan Tribunjatim.com, Pramita Kusumaningrum

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo tak layak. 

Sebagian siswa harus belajar dibawah kekhawatiran.

Sebagian siswa lain harus belajar di kelas darurat yang sempit dan pengap.

Walaupun kondisi yang memprihatinkan, SDN 2 Karangpatihan ini masih diminati siswa.

Nyatanya setiap tahun, SDN 2 Karangpatihan mendapatkan siswa baru.

Baca juga: Tak Hanya Belajar di Bawah Rasa Cemas, Ada Siswa SDN 2 Karangpatihan Ponorogo Tempati Kelas Darurat

Pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 ini, SDN 2 Karangpatihan Ponorogo mendapatkan 11 siswa.

Totalnya ada 57 siswa yang belajar di SDN 2 Karangpatihan Ponorogo.

Rinciannya, kelas I ada 11 siswa, kelas II ada 6 siswa, kelas III ada 5 siswa, kelas IV ada 10 siswa, kelas V ada 11 siswa, kelas VI ada 14 siswa.

“SDN 2 Karangpatihan Ponorogo itu masih sangat diminati. Buktinya setiap tahun ada yang mendaftar,” ungkap ketua komite SDN 2 Karangpatihan Ponorogo, Ladi, Selasa (23/7/2024).

Di Desa Karangpatihan Kecamatan Pulung, jelas dia, ini ada 3 SDN.  Namun,  antara SDN 2 Karangpatihan dengan SDN 1 Karangpatihan dan SDN 3 Karangpatihan jaraknya cukup jauh. Kurang lebih jaraknya 2 sampai 3 kilometer.

“Jadi satu-satunya sekolah yang strategis. Mencakup Dusun Krajan, Juranggandul dan Selodono. Kalau tidak ada mereka juga mau sekolah dimana,” tegasnya.

Sehingga, walaupun kondisi fisik gedung SDN 2 Karangpatihan Ponorogo mengkhawatirkan keselamatan, orang tua tetap mau mendaftarkan anak mereka di SDN 2 Karangpatihan.

Baca juga: Fakta Dikuak Kantor Pajak, Ratusan ASN Pemkab Ponorogo Belum Lapor SPT Tahunan

“Ya daripada sekolah di luar SDN 2 Karangpatihan jauh. Juga dilihat kondisi geografisnya naik turun,” kata Ladi kepada Tribunjatim.com.

Menurutnya komite telah melakukan berbagai upaya. Dimana mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo.

“Sempat keluar sih. DAU (Dana Alokasi Umum) 2022 dan 2023. Untuk perbaiki ruang guru dan ruang kelas 6,” tambahnya.

Harapan pihak SDN 2 Karangpatihan segera ada perbaikan. Namun tidak diperbaiki satu per satu. Lantaran kerusakan sudah parah dan menyeluruh.

“Inginkan satu gedung, pertama rubah bentuk sekolah, banyak tempat rusak, kedua pondasi dan tembok rapuh, sehingga kuatir sekali kalau cuma diperbaikai, kan kasian sekali,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Gedung utama SDN 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo rusak parah. Hal ini berdampak pada siswa.

Akibatnya, sebagian siswa harus belajar di kelas darurat. Lantaran kelas mereka tidak bisa digunakan karena kerusakan bangunan yang cukup parah.

Pun sebagian siswa lain ada yang belajar di bawah kekhawatiran. Mereka terpaksa belajar dibawah kekhawatiran karena tidak ada ruang lain yang bisa digunakan.

Pantauan koran surya di lokasi, gedung utama milik SDN 2 Karangpatihan rusak semua. Hanya menyisakan ruang kelas 6 dan ruang guru yang telah direhabilitas dengan Dana Alokasi Umum (DAU).

Mereka yang terpaksa belajar di bawah kekhawatiran adalah kelas 4 dan 5. Lantaran tidak ada pilihan lain, tak ada bangunan lain. 

Untuk ruang kelas 5, sekilas ruangannya terlihat bagus. Akan tetapi, atap plafonnya diberi penyangga agar tidak ambruk. Dari luar kuda-kudanya melengkung.

Sedangkan ruang kelas 4, plafonnya sudah dilepas oleh pihak sekolah. Lalu  kuda-kudanya terlihat keropos termakan rayap.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved