Berita Viral

Anak-Anak Ternyata Bisa Kena Kanker Ovarium? Viral Bayi Malaysia Divonis Stadium 3, Berawal Sembelit

Bayi berusia 19 bulan itu divonis kanker ovarium stadium 3 setelah mengalami sembelit dan perut kembung. 

Editor: Olga Mardianita
Freepik.com
Ilustrasi anak-anak. 

TRIBUNJATIM.COM - Bayi di Malaysia divonis kanker ovarium kendati masih berusia 19 bulan. 

Hal ini menjadi sorotan karena penyakit ini biasanya menyerang wanita dewasa. 

Tak tanggung-tanggung, bayi tersebut kini mengidap kanker ovarium stadium 3.

Menurut pengakuan orang tua, dia pertama kali menderita sembelit dan perut kembung. 

Lantas, seperti apa gejala kanker ovarium pada anak-anak? 

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

Baca juga: Suami Heran Lihat Cara Nunung Menghibur Diri Melawan Kanker, Sampai Tak Ingat Waktu: Gila Lu

Ibu bayi tersebut, Fallarystia Sintom, menyadari ada yang tidak beres di bulang Agustus setelah anaknya mulai mengalami sembelit dan perut kembung.

Bayi tersebut juga menjadi kurang aktif dari biasanya dan hanya ingin digendong.

"Anak saya merasa tidak nyaman dan karena dia belum bisa berbicara, dia hanya menangis ketika merasa kesakitan," kata Fallarystia, 25 tahun, seperti ditulis The Straits Times.

Keluarga yang tinggal di Sabah itu mencari pengobatan di rumah sakit setempat, tetapi kanker ditemukan setelah bayi tersebut dipindahkan ke rumah sakit khusus wanita dan anak-anak ketika jumlah darahnya turun drastis.

Dokter di sana mendeteksi tumor sepanjang 13,5 sentimeter dan setelah operasi pada 2 Oktober, mereka mengonfirmasi bahwa bayi itu menderita kanker ovarium stadium 3.

Baca juga: Puluhan Tahun Derita Kanker Mata Ganas, La Haji Nelangsa Tak Bisa Makan, Tiap Hari Tidur di Teras

Organisasi nirlaba global Ovarian Cancer Research Alliance (Ocra) menyebut ada 4 stadium kanker ovarium, dengan stadium 4 adalah paling parah.

Kanker ovarium stadium 3 biasanya berarti bahwa kanker telah menyebar dari satu atau kedua ovarium ke area di luar panggul, seperti perut, kelenjar getah bening terdekat, atau permukaan hati.

"Ketika diberitahu, saya merasa sangat sedih karena anak saya masih sangat muda dan sudah harus kehilangan ovarium kanannya," kata Fallarystia.

Menurut Ocra, sekitar 90 persen wanita yang terkena kanker ovarium berusia di atas 40 tahun.
Sang bayi diperkirakan akan memulai kemoterapi begitu dia pulih dari operasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved