Berita Malang
Cara Kendalikan Inflasi Komoditas Pangan, Pemkab Malang Gencarkan Pasar Murah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggencarkan pelaksanaan pasar murah.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menggencarkan pelaksanaan pasar murah.
Hal itu dilakukan, untuk mengendalikan inflasi yang terjadi akibat kenaikan sejumlah komoditas pangan.
Diketahui, Pemkab Malang menggelar pasar murah di 7 lokasi berbeda. Dimana untuk pelaksanaan pertama, digelar pada Minggu (13/10/2024) pagi di halaman kantor Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang.
Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, pelaksanaan pasar murah tersebut dilakukan dalam upaya menekan dan mengendalikan inflasi.
Baca juga: Sosok M Zidane Alnesa, Kroser Asal Blitar yang Raih Juara 1 di Trial Game Dirt 2024 Seri Malang
"Selain menjadi bagian rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang Ke-1264, bahwa pelaksanaan pasar murah ini juga sebagai upaya pemerintah daerah dalam menekan inflasi. Dengan adanya pasar murah yang berkelanjutan ini, maka harapannya dapat menekan inflasi yang terjadi di wilayah Kabupaten Malang," ujarnya kepada TribunJatim.com usai membuka kegiatan pasar murah di halaman Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang, Minggu (13/10/2024).
Dirinya juga berharap, bahwa kehadiran pasar murah ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
"Melalui pasar murah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Dan untuk memeriahkan kegiatan pasar murah pada hari ini, saya juga memberikan potongan harga Rp 10 ribu untuk 300 paket beras dan potongan harga Rp 5 ribu untuk 200 paket minyak goreng," terangnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Muhammad Nur Fuad Fauzi mengungkapkan. Bahwa di dalam pelaksanaan pasar murah di Kecamatan Lawang itu, menyediakan beberapa komoditas dengan harga jual dibawah pasaran.
Baca juga: Pria yang Ditemukan Tewas di Sungai Brantas Jombang Ternyata Warga Klojen Malang
"Yaitu, gula pasir sebanyak 750 kilogram, lalu beras SPHP Bulog sebanyak 2 ton, minyak goreng sebanyak 340 liter. Selain itu juga ada beberapa paket sembako, bawang, dan sayur mayur termasuk produk olahan ikan serta telur dan daging ayam," terangnya.
Dirinya juga menambahkan, bahwa kegiatan pasar murah tersebut digelar secara berkelanjutan di 7 titik lokasi berbeda. Dimana anggaran pelaksanaan pasar murah, memakai dana insentif fiskal pengendalian inflasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)
Sebagai informasi, beberapa hari lalu Pemkan Malang telah memperoleh penghargaan insentif fiskal kinerja tahun berjalan kategori Pengendalian Inflasi Daerah Periode Pertama dari Kemendagri. Atas penghargaan tersebut, Pemkab Malang menerima insentif fiskal sebesar Rp 7.206.976.000.
"Jadi, pelaksanaan pasar murah tersebut digelar di 7 titik lokasi diantaranya pada Minggu (13/10/2024) ini di halaman kantor Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang, lalu Selasa (15/10/2024) di halaman kantor Desa Segaran Kecamatan Gedangan, lalu Kamis (17/10/2024) di halaman kantor Kecamatan Sumbermanjing Wetan,"
"Berikutnya pada Selasa (22/10/2024) di Lapangan Dawung Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo, kemudian Sabtu (26/10/2024) di Pasar Sentra Desa Sitirejo Kecamatan Wagir, lalu Senin (28/10/2024) di halaman Balai Desa Brongkal Kecamatan Pagelaran, dan terakhir pada Kamis (31/10/2024) di kantor Desa Rejoyoso Kecamatan Bantur," bebernya.
Selain menggelar pasar murah, rencananya dalam waktu dekat, Disperindag Kabupaten Malang juga akan mengadakan kegiatan operasi pasar.
"Dalam operasi pasar, rencananya akan menyasar minimal di 4 titik pasar. Namun untuk hal itu, menunggu analisa dan kajian lebih lanjut dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Malang," tandasnya.
| Diduga Pakai Izin Palsu, Wabup Malang Temui Wapres Gibran, Fraksi PDIP Bakal Ajukan Interpelasi |
|
|---|
| Politik Emping Melinjo Cairkan Hubungan Bupati Sanusi dengan Wabup Lathifah, Gus Kholik Jadi Motor |
|
|---|
| Sejoli Pembuang Bayi Ditangkap Polisi di Malang, Pelaku Ngaku Belum Siap Mental dan Ekonomi |
|
|---|
| Maling 19 Keping Emas di Ngantang Ditangkap Polisi di Malang, Pelaku Congkel Jendela saat Beraksi |
|
|---|
| Praktik Ilegal Penjualan BBM Subsidi di Malang Dibongkar Polisi, Jeriken Jadi Bukti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Plt-Bupati-Malang-Didik-Gatot-Subroto-memakai-baju-putih-saat-meninjau-stan-UMKM.jpg)