Pilkada Surabaya 2024
Eri Cahyadi Bicara Partisipasi Pemilih Hingga Keberlanjutan Pendidikan dan Kesehatan Gratis
Secara ekslusif, Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah mengungkapkan lewat wawancara dengan Penanggung Jawab Redaksi Harian Surya, Tri Mulyono
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Samsul Arifin
Harian Surya: Artinya, partisipasi pemilih juga menjadi goal Anda?
Eri Cahyadi: Bagi saya, ada atau tidak ada lawan tetap saja head to head. Bedanya, kalau ada lawan, saya harus berhadapan dengan calon yang memang memiliki program (visi dan misi). Sedangkan kalau melawan kotak kosong, sebenarnya sama-sama head to head, namun ini tidak memiliki program. Goal dari semua ini, bukan siapa yang menang. Tapi, siapa yang bisa membuat senang warga Surabaya. Itu tanggungjawab bagi yang terpilih.
Harian Surya: Saat Anda memimpin di periode pertama, Anda memiliki program mengutamakan pendidikan, kesehatan, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan adanya pandemi dan masa pemerintahan yang lebih singkat, bagaimana evaluasi terhadap ketiga prioritas tersebut?
Eri Cahyadi: Alhamdulillah, meskipun sempat melewati masa Covid, kami mampu memenuhi UHC (Universal Health Coverage). Jadi, warga Surabaya cukup dengan KTP bisa mendapatkan pengobatan gratis menggunakan BPJS. Pokoknya warga Surabaya datang (ke fasilitas kesehatan), pakai KTP, langsung diobati. Kalau pasien belum punya BPJS, maka akan dimasukkan dalam E-Dabu (Elektronik Data Badan Usaha) oleh RS, maka akan difinalisasi dalam 1 hari dan diberikan. Tak hanya itu, di 2025, kami juga menyiapkan program BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh warga Surabaya yang belum sejahtera. Sehingga kalau misalnya, naudzubillah min dzalik, ada kecelakaan atau bahkan sampai meninggal, ada cover asuransi. Apa mampu? Bisa. BPJS kesehatan aja bisa ditanggung pemkot.
Harian Surya : Itu terkait masalah kesehatan. Bagaimana dengan pendidikan?
Eri Cahyadi : Untuk pendidikan sudah gratis semua (SD-SMP). Makanya, kami juga berkoordinasi dengan provinsi, memberikan bantuan kepada SMA sebesar Rp200 ribu perbulan. Khususnya, bagi yang nggak mampu. Untuk (jenjang) universitas, kami juga ingin menambah (kuota mahasiswa penerima beasiswa). Bahkan, saat ini ada program Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana, yang jumlahnya ada 200 orang. Ini ada di asrama Bibit Unggul.
Harian Surya : Lantas bagaimana dengan peningkatan kesejahteraan warga?
Eri Cahyadi : Kami sedikit bercerita bahwa ada orang yang ingin jual ginjalnya karena untuk membayar sekolah anak di pondok. Namun, ini tidak jadi. Akhirnya, anaknya bisa melanjutkan sekolah. Karena apa? Kami memberikan program padat karya. Memanfaatkan aset Pemkot, digunakan untuk pemanfaatan pekerjaan seperti cuci mobil, penjahit, hingga (pembuatan) paving. Program pemerintah yang terkait dengan seragam gratis, pemasangan paving, dan sejenisnya, ini menggunakan bahan yang dihasilkan oleh padat karya tersebut.
Harian Surya : Di awal pemerintahan, Anda memiliki cita-cita mulia untuk membuat satu keluarga memiliki penghasilan minimal sebesar Rp7 juta. Sejauh ini, bagaimana realisasinya?
Eri Cahyadi : Sudah berjalan. Apa buktinya? Kemiskinan di awal kami menjabat hampir menyentuh 8 persen, sekarang sudah menjadi 3,9 persen. Kemudian, pengangguran terbuka yang sebelumnya sekitar 9 persen, sekarang menjadi 6 persen. Stunting, sebagai akibat dari masalah kemiskinan, yang awalnya sekitar 28 persen, sekarang menjadi 1,6 persen. Artinya apa? Semua penurunan ini karena mereka telah mendapatkan pekerjaan. Yang membuat saya semakin bangga, semua orang kaya juga turut bergerak. Bayangkan, kalau zakatnya orang Muslim disatukan, persepuluhan orang Kristen disatukan, serta, umat lain turut disatukan. Kemudian, zakat ini diberikan kepada warga miskin yang datanya diambil dari angka kemiskinan di Surabaya. Sehingga, jangan Anda mengambil zakat dan persepuluhan dari Surabaya, namun saat masih banyak warga Surabaya yang membutuhkan, lantas Zakat Anda diserahkan kepada warga luar kota. Inilah yang pada 2025 ingin kami satukan. Kami yakin, kalau orang baik ini bersatu, maka masalah kemiskinan bisa diselesaikan.
Harian Surya : Saat masing-masing program tersebut berjalan, proyek infrastruktur turut berlangsung besar-besaran di dua tahun terakhir. Bagaimana Anda menyiasati pembagian anggarannya?
Eri Cahyadi : Sebelumnya, saya memang fokus terhadap pendidikan, kesehatan, dan kemiskinan. Uang pemkot banyak digunakan untuk membangun sumber daya manusia. Tak lama dari itu, saya bertemu dengan banyak orang. Di antaranya, pengusaha, orang yang memiliki harta lebih, atau orang mampu di setiap kampung. Kami berdiskusi. Kami menyampaikan bahwa Surabaya ini tidak bisa bergerak sendiri. Dari sana, mereka menyambut baik dan mengatakan untuk siap membantu. Sehingga, anggaran yang sebelumnya saya gunakan banyak untuk pembangunan manusia, sekarang banyak di-cover oleh mereka melalui program orang tua asuh. Dari situ, anggaran kemudian kami alihkan ke dalam pembangunan infrastruktur. Sehingga, kami akui bahwa tanpa adanya kebersamaan ini, pembangunan di Surabaya tak mungkin dapat berlangsung. Itulah hebatnya warga Surabaya.
Harian Surya : Terkait pembangunan infrastruktur RS Surabaya Timur, bagaimana dengan progres pembangunannya?
Eri Cahyadi : RS ini akan memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, poli apapun ada, namun dengan mengutamakan ibu dan anak. Namanya adalah Eka Candrarini. Eka artinya satu. Candrarini adalah bulan untuk perempuan yang indah. Sebab, saya ingin mempersembahkan rumah sakit ini untuk ibu dan anak. Saat ini, setelah infrastruktur selesai, tengah dilakukan persiapan pemenuhan tenaga kesehatan seperti dokter dan perawat. Targetnya, tahun depan bisa beroperasi seluruhnya. Dengan pengoperasian ini, kami harap dapat mengurangi tumpukan pasien di RSUD dr Soewandhie yang satu harinya bisa mencapai 2.800 pasien. Tahun depan, kami juga akan membangun RS di Surabaya Selatan. Fasilitas gedung ini baik. Sehingga harapannya, meskipun menggunakan BPJS alias gratis, namun pelayanan tetap prima dan tidak akan kalah dengan fasilitas di RS swasta.
Harian Surya : Terkait pengendalian banjir, apa yang sudah Anda lakukan untuk mencegah banjir?
wawancara eksklusif
wawancara eksklusif Eri Cahyadi
Tri Mulyono
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
Pilkada Surabaya 2024
Eri Cahyadi Jadi Wali Kota dengan Suara Tertinggi Nasional di Pilkada : Bentuk Apresiasi Warga |
![]() |
---|
Besok Penetapan Wali Kota Surabaya Terpilih, Eri Cahyadi Catat Rekor Cawali Suara Tertinggi Nasional |
![]() |
---|
Meski Tak Ada Sengketa Pilkada, Penetapan Wali Kota Surabaya Terpilih Tetap Tunggu MK |
![]() |
---|
KPU Tuntaskan Rekapitulasi Suara Pilkada Surabaya, Eri Cahyadi-Armuji Menang 81,4 Persen |
![]() |
---|
Eri-Armuji Nyaris Raih 1 Juta Suara di Pilkada Surabaya 2024, Tim Pemenangan: Ini Sejarah! |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.