Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Fakta Anak 5 Tahun Diduga Dirudapaksa hingga Tewas, Baru Terungkap saat Dirawat di RS, Warga Geram

Anak 5 tahun di Jakarta Timur diduga menjadi korban rudapaksa. Hal ini baru diketahui setelah dirawat di RS.

Editor: Olga Mardianita
TribunJakarta.com
Anak 5 tahun di Jakarta Timur diduga dirudapaksa hingga tewas. Kasus ini baru terungkap saat korban dirawat di rumah sakit. 

TRIBUNJATIM.COM - Warga Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, geram mengetahui seorang anak di lingkungannya diduga menjadi korban rudapaksa.

Kini korban telah tewas, Selasa (3/12/2024), setelah tiga hari dirawat di rumah sakit.

Korban anak-anak ini berinisial AG dan baru berusia lima tahun.

Awalnya, keluarga mengira korban hanya sakit biasa.

Namun, pihak rumah sakit curiga hingga melaporkannya ke polisi.

Selengkapnya, simak fakta-fakta anak 5 tahun diduga dirudapaksa hingga tewas di bawah ini.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

Baca juga: Respon Pihak Kampus Agus Buntung Jadi Tersangka Rudapaksa, ‘Sayang tapi Tak Kaget’, Kerap Berulah

fakta anak 5 tahun diduga dirupdaksa hingga tewas

1. Sempat dirawat di rumah sakit

Kepala Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Armunanto Hutahean, mengatakan, sebelum meninggal korban sempat dirawat di RSUD Pasar Rebo.

"Almarhum tanggal 1 Desember kondisi demam, tanggal 2 sudah mulai kritis, ada beberapa infeksi, tanggal 3 dinyatakan meninggal," kata Armunanto di Jakarta Timur, Minggu (8/12/2024).

Kala itu awalnya pihak keluarga tidak curiga bahwa AG diduga menjadi korban pencabulan, mereka hanya mengira bahwa korban sakit dan membutuhkan perawatan medis lebih lanjut.

Mereka baru mengetahui dugaan AG dicabuli saat tim dokter RSUD Pasar Rebo yang menangani perawatan korban mendapati adanya hal janggal pada tubuh anak lima tahun itu.

Baca juga: Penjelasan KUA soal Kades Dinikahkan Depan Istri Sah usai Digrebek bareng Janda, Saksi Anak Kecil

Lantaran diduga meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar, pihak RSUD Pasar Rebo lalu melaporkan kasus ke Polres Metro Jakarta Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Pada tanggal 3 Desember kami menerima telpon dari pihak rumah sakit di Jakarta Timur terkait adanya seorang balita meninggal dunia diduga tidak wajar. Kemudian kami ke rumah sakit," ujarnya.

Armunanto menuturkan setelah mendapat laporan pihaknya membawa jenazah AG ke RS Polri Kramat Jati untuk proses autopsi atau Visum et Repertum memastikan penyebab kematian.

2. Keluarga resmi lapor polisi

Pada 3 Desember 2024 malam pun pihak keluarga secara resmi melaporkan kasus dugaan pencabulan dialami AG ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Metro Jakarta Timur.

"Pasal 76D juncto Pasal 81, dan atau Pasal 76E juncto Pasal 82 UU Perlindungan Anak. Terkait hal tersebut kami sudah melakukan penyelidikan. Jenazah juga sudah kami lakukan autopsi," tuturnya.

Mengacu UU Nomor 35 Tahun 2014, Pasal 76D berisi setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya, atau orang lain.

Lalu Pasal 76E mengatur setiap orang dilarang melakukan kekerasan, memaksa, tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan atau membiarkan perbuatan cabul.

Namun Polres Metro Jakarta Timur menyatakan masih perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan.

Baca juga: Ibu dan Anak Disekap di Kandang Anjing usai Suami Dituduh Curi Solar, Perusahaan Sawit:  itu Kantor

"Saksi yang sudah kami periksa sebanyak tujuh orang, saat ini masih penyelidikan. Pokoknya yang bisa memberikan keterangan terkait peristiwa kami mintai keterangan," lanjut Armunanto.

Jenazah AG sendiri sudah diserahkan kepada pihak keluarga, dan dimakamkan pada Rabu (4/12/2024) pada satu pemakaman di wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

3. Ketua RT kuak luka di tubuh korban

Ketua RT setempat, Zaelani, mengatakan berdasar informasi sementara terdapat tanda kekerasan diduga bekas sundutan rokok pada jasad balita tak berdosa itu.

Informasi ini diketahui warga saat jajaran Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah AG pada Kamis (5/12/2024) malam.

"Kekerasan fisiknya disundut rokok, itu (tahu) dari pihak kepolisian. Kekerasan fisiknya itu," kata Zaelani di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (6/12/2024).

Menurut pengurus lingkungan yang mendampingi pihak kepolisian saat olah TKP setidaknya terdapat dua bekas sundutan rokok pada jasad AG, yakni pada bagian tangan dan paha.

Namun terkait penyebab kematian AG pengurus lingkungan mengaku tidak mengetahui pasti, mereka hanya mengetahui bahwa jasad korban sudah diautopsi di RS Polri Kramat Jati.

Serta pengungkapan kasus meninggalnya AG bermula dari laporan dokter RSUD Pasar Rebo kepada pihak kepolisian, karena sebelum meninggal AG sempat dirawat di RSUD Pasar Rebo.

"Kalau untuk kekerasan seksualnya enggak dikasih tahu (polisi). Tapi saya rasa enggak mungkin sampai meninggal kalau cuman kekerasan fisik (sundutan rokok) seperti itu," ujar Zaelani.

Baca juga: Terungkap Alasan Pelaku Pembunuhan di Kediri Biarkan Anak Bungsu Korban Masih Hidup, Polisi: Kasihan

4. Warga geram

Lebih lanjut, Zaelani mengatakan warga merasa kesal saat pertama mendapat informasi bahwa AG tewas dalam kondisi tidak wajar pada Selasa (3/12/2024).

"Pada geram, cuman mau melampiaskan bagaimana. Karena apa, dia anak yatim, ibunya sudah meninggal, masih balita juga," kata Zaelani di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (8/12/2024).

Menurut warga semasa hidup AG yang selama ini tinggal bersama ayah kandungnya, nenek, paman, dan tante tersebut dikenal sebagai sosok anak yang baik dan ceria.

"Waktu saya sakit anak itu sama neneknya membesuk saya ke rumah. Anaknya baik, makannya warga sedih, marah. Marahlah mendengar kejadian kekerasan seperti itu, kesal," ujarnya.

Zaelani menuturkan bila saja paman korban tidak membawa AG ke RSUD Pasar Rebo untuk mendapat penanganan medis, mungkin kasus dugaan pencabulan dan kekerasan fisik tak terungkap.

Pasalnya pihak keluarga tak mengetahui bahwa AG diduga menjadi korban pencabulan, hingga tim dokter mendapati hal tidak wajar lalu melaporkan kasus ke Polres Metro Jakarta Timur.

AG sempat dirawat sejak Minggu (1/12) hingga meninggal pada Selasa (3/12), jasadnya kemudian dimakamkan pada Rabu (4/12/2024) setelah diautopso di RS Polri Kramat Jati.

"Kalau enggak dibawa enggak akan terbongkar. Kalau didiamkan saja meninggal terus dimakamkan kita enggak ada yang tahu. Mungkin memang sudah jalannya agar kasus terbongkar," tuturnya.

5. Hasil autopsi

Sementara ini, Polres Metro Jakarta Timur masih menunggu hasil autopsi terkait penyebab kematian anak perempuan berinisial AG (5) di Pasar Rebo yang diduga dicabuli hingga tewas.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan masih menunggu hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati untuk memastikan penyebab kematian korban.

Termasuk untuk memastikan apakah sebelum meninggal dunia, balita tidak berdosa tersebut benar menjadi korban pencabulan sebagaimana laporan pihak keluarga atau tidak.

Baca juga: Ditinggal Istri Kerja, Pria Surabaya ini Malah Keluyuran dan Nyaris Rudapaksa Tetangga

"Sampai saat ini kita belum menerima hasil autopsi lengkap. Apakah korban benar meninggal karena rudapaksa atau ada penyakit, atau (faktor) lain," kata Nicolas, Senin (9/12/2024).

Untuk sementara Polres Metro Jakarta Timur mengaku baru menerima penjelasan lisan terkait hasil pemeriksaan sementara tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati terhadap jasad AG.

Namun Polres Metro Jakarta Timur tidak dapat membeberkan hasil pemeriksaan sementara tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati tersebut, karena menunggu hasil autopsi lengkap.

"Kami sudah koordinasi-koordinasi awal untuk mempercepat proses penyelidikan. Resminya saja belum ada, tapi (penjelasan lisan) informasi awal dari hasil pemeriksaan sudah didapat," ujarnya.

Nicolas menuturkan sembari menunggu hasil autopsi dari RS Polri Kramat Jati, pihaknya masih melakukan penyelidikan lewat pemeriksaan saksi-saksi dianggap memiliki informasi kasus.

Termasuk ayah kandung korban, yang dalam hal ini merupakan pelapor atau pembuat laporan kasus dugaan pencabulan di SPKT Polres Metro Jakarta Timur pada Selasa (3/12/2024).

"Pada intinya kami Polres Metro Jakarta Timur masih berupaya keras bersama dengan Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan. Kita tentukan dulu penyebab kematiannya," tuturnya.


----- 

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com

Berita Jatim dan berita viral lainnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved