Berita Viral

Penampakan Uang Palsu UIN Alauddin Nyaris Sempurna, Ada Tanda Air, Kapolda Sulsel: Sulit Dideteksi

Irjen Pol Yudhiawan Wibisono menyatakan, uang palsu produksi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, nyaris sempurna.

Tayang:
Editor: Ficca Ayu Saraswaty
Tribun Timur/YouTube Kompas TV
Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono dengan jajaran saat konferensi pers terkait kasus peredaran uang palsu dari UIN Alauddin Makassar di Mapolres Gowa, Kamis (19/12/2024). 

Di sisi lain, Manajemen Bank Indonesia (BI) menegaskan, barang bukti yang disita dari Kampus II UIN Alauddin merupakan uang palsu dengan kualitas rendah dan mudah diidentifikasi dengan kasat mata melalui metode 3D yakni, dilihat, diraba, diterawang.

Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marliso menjelaskan, uang palsu itu dicetak menggunakan teknik inkjet printer dan sablon biasa.

Sehingga, tidak terdapat pemalsuan menggunakan teknik cetak offset sebagaimana berita yang beredar.

"Hal tersebut sejalan dengan barang bukti mesin cetak temuan Polri yang merupakan mesin percetakan umum biasa."

"Tidak tergolong ke dalam mesin pencetakan uang," kata Marliso, dalam rilisnya, dikutip dari Tribun-Timur, Selasa.

Ada pun ciri-ciri uang palsu UIN Alauddin yakni tidak ada unsur pengamanan uang yang berhasil dipalsukan antara lain benang pengaman, watermark, electrotype, dan gambar UV hanya dicetak biasa menggunakan sablon.

Selain itu, kertas yang digunakan merupakan kertas biasa.

"Uang palsu yang ditemukan berpendar di bawah lampu U berkualitas sangat rendah pendaran yang berbeda baik dari segi lokasi, warna, dan bentuk dengan uang rupiah asli," jelasnya.

Baca juga: Mengulas Senjata Andi Ibrahim Cs Cetak Uang Palsu Capai Rp 1000 Triliun, Mesinnya Beli di Surabaya

Dalam kasus uang palsu UIN Alauddin ini, pihak kepolisian telah menangkap dan menetapkan 19 orang sebagai tersangka.

Polisi juga telah mengamankan otak sindikat uang palsu UIN Alauddin Makassar, Annar Salahuddin Sampetoding atau ASS.

Sindikat percetakan uang palsu yang beroperasi di UIN Alauddin ini telah mencetak uang palsu sejak 2022.

Mereka hanya mencetak pecahan uang palsu Rp100 ribu.

Menurut pengakuan pelaku, biaya produksi untuk mencetak uang palsu tersebut mencapai Rp56 ribu per lembar.

Pemilihan pecahan Rp100 ribu didasarkan pada nilai modal yang lebih besar dibandingkan dengan pecahan yang lebih kecil, sehingga dianggap lebih menguntungkan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Berita Viral dan Berita Jatim lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunJatim.com

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved