Berita Blitar
Peternak di Kota Blitar Beri Jamu Empon-empon 2 Kali Seminggu, Cegah Sapi Tertular PMK
Peternak sapi di Kota Blitar merasa khawatir dengan meningkatnya kembali kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di awal tahun 2025 ini
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Samsul Arifin
Sekali diposting di media sosial, biasanya banyak calon pembeli yang merespons.
Baca juga: Pasar Hewan di Ponorogo Ditutup Sementara, Sejumlah Pedagang Sapi Kecele
Sekarang, setelah muncul wabah PMK, jarang calon pembeli merespon postingan sapi miliknya di medsos.
"Saya ini breeding. Sapi umur 3 bulan sampai 5 bulan saya jual. Biasanya, saya jual lewat media sosial. Sebelum ada PMK, sekali posting banyak yang respons, sekarang sepi," ujarnya.
Selain sepi, kata Suheri, harga sapi juga turun dampak munculnya kasus PMK.
Kondisi normal, harga pasaran sapi jenis limosin usia 3 bulan sampai 5 bulan bisa mencapai Rp 14 juta sampai Rp 15 ekor.
"Kalau sekarang saya belum tahu harga pasarannya. Sejak PMK ini belum pernah menjual. Kalau informasi dari pedagang, harga jual sapi turun Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per ekor," katanya.
Baca juga: Buntut Ratusan Sapi Terpapar PMK, 9 Pasar Hewan di Ponorogo Tutup 2 Pekan
Suheri berharap kasus PMK kali ini segera mereda. Dengan begitu, para peternak bisa menjual sapi dengan harga normal.
"Mudah-mudahan kasus PMK kali ini cepat hilang lagi. Biar peternak bisa menjual sapi dengan harga normal," ujarnya.
Seperti diketahui, jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Blitar terus bertambah.
Saat ini, ada 24 kasus PMK dan dua ekor sapi di antaranya mati di Kota Blitar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh meminta para peternak lebih waspada dengan penyebaran kasus PMK.
Ia meminta peternak menjaga kesehatan sapi dengan rajin membersihkan kandang dan memberikan sapi pakan yang sehat.
"Kami juga meminta peternak memberikan tambahan jamu kepada sapi agar daya tahan tubuhnya lebih kuat," katanya.
jamu
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Berita Blitar Terkini
peternak sapi
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
| Merananya Produsen Kerupuk di Blitar saat Harga Plastik Meroket, Terpaksa Kurangi Isi Kemasan |
|
|---|
| Terapkan WFH Setiap Jumat, Pemkot Blitar Wajibkan ASN Lakukan Presensi dengan Titik Koordinat Rumah |
|
|---|
| Libur Lebaran 2026, Pengunjung di Makam Bung Karno Blitar Membeludak, Capai 8.244 Orang |
|
|---|
| Penjual Jamu Nangis Histeris Minuman Dibeli Pakai Uang Palsu, Beri Kembalian Rp 80 Ribu Uang Asli |
|
|---|
| Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar, Megawati Berdoa untuk Rakyat Indonesia dan Dunia Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Suheri-Efendi-memberikan-jamu-empon-empon-kepada-sapinya-di-K.jpg)