Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Inovasi Alumnus Ubaya, Ciptakan Perhiasan Keramik Bertema Dayak, Bawa Pesan Budaya yang Kuat 

Seperti hasil karya Misa Zurinney Anak Minggu, alumnus Program Studi Desain Manajemen dan Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA
Misa Zurinney Anak Minggu, alumnus Program Studi Desain Manajemen dan Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya) menunjukkan desain keramik karyanya. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Perhiasan bukan sekadar aksesori, namun bisa menjadi jembatan budaya.

Seperti hasil karya Misa Zurinney Anak Minggu, alumnus Program Studi Desain Manajemen dan Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (FIK Ubaya). 

Lewat tangan kreatifnya, Misa menciptakan perhiasan berbahan keramik dengan sentuhan budaya Dayak Iban dari Brunei Darussalam.

Tak hanya unik, karyanya juga berhasil meraih penghargaan Indonesia Industrial Design Student Award (IIDSA) 2024.

Perhiasan yang dibuat Mizu, sapaan akrabnya, mencakup kalung, gelang, anting, dan cincin. Dalam setiap desainnya, Mizu menanamkan cerita dan makna akan budaya. 

Baca juga: Lukisan Claude Monet Menjelma pada Balutan Busana Berjudul Aesthete Karya Mahasiswa Ubaya

“Saya terinspirasi dari sayur pakis dan selimut keramat pusaka keluarga yang diwariskan turun-temurun. Karya ini adalah bentuk penghormatan saya kepada almarhum kakek serta upaya melestarikan budaya suku Dayak Iban,” ungkapnya, Minggu (12/1/2025).

Proses kreatifnya penuh tantangan, mulai dari pengeringan hingga pembakaran keramik. 

“Saat membuat cincin, saya harus merombak desain karena masalah pada tahap pengeringan. Bahkan, selama pembakaran, dua dari empat bagian sering pecah akibat konsistensi keramik yang tidak sempurna. Namun, saya percaya tantangan inilah yang membuat hasil akhirnya lebih bermakna,” ujar Mizu.

Inovasi ini tak hanya menyasar estetika, tetapi juga membawa pesan budaya yang kuat. 

Baca juga: Tren Childfree Meningkat, Dosen FK Ubaya Ungkap Dampak Bagi Kesehatan Wanita

Mizu menargetkan pasar usia 22 hingga 40 tahun, atau generasi yang dianggap menghargai nilai seni, rumitnya desain, dan makna budaya di balik sebuah karya.

Lewat perhiasan ini, saya ingin menginspirasi banyak orang untuk mengenal dan mencintai budaya Dayak Iban. Setiap bentuk, detail, dan cerita di baliknya diharapkan bisa menggugah rasa ingin tahu serta kebanggaan terhadap kekayaan budaya kita,” tambahnya penuh semangat.

Prestasi Mizu di ajang IIDSA 2024 menjadi bukti bahwa inovasi berbasis budaya mampu bersaing di tingkat nasional. 

IIDSA, yang digelar oleh Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII), adalah ajang bergengsi untuk menampilkan karya terbaik mahasiswa Desain Produk Industri dari seluruh Indonesia.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved