DPRD Jatim Minta Evaluasi Program Study Tour, Mitigasi dan Keselamatan Jadi Atensi

Komisi E DPRD Jatim berharap agar pelaksanaan program outing class maupun study tour betul-betul dievaluasi menyusul peristiwa laka laut siswa SMP

Tayang:
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
Istimewa/Dokumentasi pribadi
DORONG EVALUASI - Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas dalam kesempatan acara beberapa waktu lalu. Sebagai anggota dewan, Puguh Wiji Pamungkas turut mendorong agar program study tour dievaluasi pasca insiden laka laut siswa SMPN 7 Kota Mojokerto di Gunung Kidul.  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komisi E DPRD Jatim berharap agar pelaksanaan program outing class maupun study tour betul-betul dievaluasi menyusul peristiwa laka laut siswa SMPN 7 Kota Mojokerto di Gunung Kidul yang menyebabkan sejumlah siswa tewas beberapa waktu lalu. Sebab, peristiwa tersebut menambah catatan beberapa kejadian serupa. 

Sebagai informasi, sebanyak 13 siswa SMPN 7 Kota Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta saat mengikuti program outing class, Selasa (28/1/2025). 

Sebanyak sembilan orang berhasil diselamatkan, sedangkan tiga orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia Selasa (28/1/2025). Satu korban terakhir ditemukan juga meninggal dunia, Rabu (29/1).

Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas mengungkapkan rasa keprihatinan dan duka mendalam atas insiden yang menimpa siswa SMPN 7 Kota Mojokerto. 

"Saya pikir memang perlu dievaluasi. Apalagi, bulan-bulan ini kan rawan cuaca ekstrem baik di laut, pegunungan, angin kencang hingga banjir," kata Puguh saat dikonfirmasi dari Surabaya, Minggu (2/2/2025). 

Baca juga: Pj Gubernur Adhy Karyono Evaluasi Program Study Tour Siswa Jatim, Imbau Soal Risiko dan Keamanan

Menurut Puguh, evaluasi harus menjadi atensi bersama. Evaluasi dimaksud diantaranya adalah perlu dibuatkan panduan atau SOP menyeluruh. Dibutuhkan mitigasi bahkan hingga tempat wisata seperti apa yang dinilai tidak beresiko. 

"Dibutuhkan panduan yang jelas agar study tour tidak berpotensi terjadi bencana," jelas politisi PKS tersebut. 

Baca juga: Tragedi Siswa SMPN 7 Mojokerto di Pantai Drini, Pj Ali Kuncoro Pastikan Pemkot Beri Pendampingan

Puguh menekankan, bahwa peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya aspek keamanan diluar sekolah. 

"Sehingga, saya sepakat untuk dievaluasi. Jadi kalau sekedar rekreasi harus perlu dikaji serius. Jika study tour itu tingkat SD dan SMP tentu perlu dilakukan pengawasan secara serius. Jangan sampai kejadian ini terjadi lagi," tambah Puguh. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved