Kegigihan UMKM Surabaya, Berawal dari Lumpia di Stadion Kini Berdiri Kampung Lumpia
Sukarsipah (59) duduk melihat anak dan beberapa warga yang tengah membuat lumpia di teras samping rumahnya, Jalan Ngaglik, Gang Kuburan, Surabaya
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Samsul Arifin
Dari gang kecil di rumahnya, keluarga tersebut menggagas Kampung Lumpia di Surabaya.
“Dulu di kampung-kampung jualan, kalau ada (pertandingan) bola jualan di stadion. Bikin lebih banyak habis,” ujarnya.
Meski kandang klub bola Persebaya sudah berpindah di Stadion Gelora Bung Tomo, lumpia ala Kampung Lumpia tetap ramai pembeli.
Baca juga: Ketua Komisi D DPRD Surabaya Ungkap Skema Menggratiskan Biaya Seluruh Siswa SMP Swasta
Rata-rata 7.000 hingga 15 ribu lumpia diproduksi dari dapur rumah Sukarsipah. Satu biji lumpia dijual Rp1.500 jika belum digoreng, dan Rp1.800 yang siap santap.
Yang awalnya hanya diambil oleh pedagang di sekitar stadion dan Pecindilan Surabaya, kini dikirim ke beberapa kota seperti Sidoarjo, Gresik, Yogyakarta, Solo, hingga dibawa ke Malaysia.
“Saya selalu bilang ke anak-anak, lihat ke bawah. Jangan sombong, lihatlah dulu bagaimana kita dulu. Yang sederhana saja, saya kasih amanat seperti itu,” tutupnya.
UMKM Surabaya
Kampung Lumpia
lumpia
Berita Surabaya Terkini
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
TribunHis
Solidaritas Ojol di Tuban, Kapolres Sampaikan Belasungkawa dan Janji Teruskan Aspirasi ke Kapolri |
![]() |
---|
Sosok Akhmad Munir yang Resmi Jadi Ketum PWI Pusat, Direktur Utama Kantor Berita Antara |
![]() |
---|
Guru Smanam Heboh Dukung Srikandi Sixers di DBL Surabaya 2025! |
![]() |
---|
Angelina Sondakh Bongkar Kondisi DPR di Eranya Permainan Kekuasaan: Orang Idealis Kalah Set |
![]() |
---|
Asyer Grainne Mosse, Bertahan Jaga Nyala Terang Mama dan Oma Lewat Basket |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.