Diwaduli Nelayan, DPRD Jatim Minta Evaluasi Rencana Proyek Surabaya Waterfront Land

Diwaduli para nelayan, DPRD Jatim meminta evaluasi rencana proyek Surabaya Waterfront Land dan reklamasi di Surabaya.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
TribunJatim.com/Yusron Naufal Putra
WADUL DEWAN - Forum Masyarakat Madani Maritim saat mendatangi Gedung DPRD Jatim, Rabu (19/2/2025). Kepada dewan, mereka menyampaikan penolakan terhadap rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land atau SWL.  

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penolakan rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) Surabaya Waterfront Land atau SWL kembali masuk ke meja DPRD Jawa Timur.

Terbaru, puluhan nelayan yang terdampak rencana proyek tersebut ramai-ramai wadul kepada legislatif, Rabu (19/2/2025) siang. 

Ini merupakan kali kedua, setelah awal Oktober 2024 lalu warga yang merasa terdampak rencana itu juga datang ke Gedung Indrapura Surabaya.

"Kita mendesak agar proyek ini dibatalkan dengan alasan tidak membawa dampak positif kepada masyarakat," kata Heru Budiarto, perwakilan warga. 

Para warga yang datang ini tergabung dalam Forum Masyarakat Madani Maritim.

Tidak hanya nelayan, namun juga mahasiswa dan beberapa pihak lain yang turut menolak proyek ini.

Mereka ditemui oleh Komisi D DPRD Jatim.

Pertemuan dengar pendapat ini berlangsung di Ruang Banmus DPRD Jatim

Sejumlah pihak pun turut hadir, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kepada dewan, beberapa perwakilan warga getol menyampaikan penolakan.

Heru yang merupakan koordinator kelompok tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan pada forum itu.

Mereka menduga ada yang tidak beres dalam proses perizinan proyek tersebut. 

Dokumen pemanfaatan laut dalam rencana proyek itu dinilai menyalahi aturan.

Heru mengungkapkan, karena itu, proyek tersebut tidak memperhitungkan dampak alam dan sosial yang ditimbulkan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved