Rumah Kebanjiran Jelang Hari Pertama Puasa Ramadan, Warga di Desa Tempuran Mojokerto Pasrah

Warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Mojokerto pasrah menghadapi bencana banjir saat memasuki awal puasa Ramadhan 2025.

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Mohammad Romadoni
MELUAP - Banjir akibat luapan sungai irigasi pertanian merendam rumah warga di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto (Jatim), Jumat (28/2/2025). Banjir Ganggu Aktivitas Warga Menjelang Hari Pertama Puasa Ramadhan . 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Mojokerto pasrah menghadapi bencana banjir saat memasuki awal puasa Ramadhan 2025.

Akibat banjir luapan sungai irigasi pertanian itu, merendam sejumlah rumah warga, sekolah dan fasum, di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, yang kondisinya belum surut, pada Jumat (28/2/2024) sore.

Sulikhan (66) warga Bekucuk, mengatakan, dirinya hanya bisa pasrah ketika akan menjalani hari pertama puasa Ramadhan rumahnya kebanjiran.

"Nanti malam sudah tarawih yang pertama, tapi kita sudah kebanjiran seperti ini," jelasnya sata ditemui di lokasi banjir Tempuran, Jumat.

Menurut dia, banjir Tempuran berimbas mengganggu aktivitas warga yang hendak beribadah di bulan suci Ramadhan. 

Baca juga: Tinjau Posko Pengungsian, Ketua DPRD Gresik Pastikan Bantuan Logistik dan Kesehatan Korban Banjir

"Ya jelas terganggu kalau banjir begini, warga yang mau ibadah di hari pertama puasa 

Dirinya mempertanyakan kinerja pemerintah dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, selaku yang berwenang terkait sungai yang diduga memicu banjir tahunan di desa tersebut.

Warga selalu was-was dibayangi bencana banjir yang setiap waktu terjadi ketika hujan deras di Mojokerto maupun wilayah Jombang. Karena sampai saat ini belum ada upaya konkret dalam menuntaskan banjir Tempuran.

Baca juga: 22 Sekolah di Kabupaten Mojokerto Diplot Dapat Bantuan TIK 2025, Berikut Rinciannya

"Paling tidak ini ada upaya pemerintah bagaimana menangani banjir, biar tidak berlarut-larut di Tempuran begitu lho. Sehingga warga ini bisa tenang dan menikmati ibadah puasa Ramadhan, harapan kita seperti itu," Kata Sulikhan.

Ia mengungkapkan, harus ada perbaikan saluran drainase dari stakeholder terkait untuk menanggulangi banjir Tempuran. 

Warga juga sudah telah berkali-kali menyampaikan perihal subtansi itu saat rakor banjir di Balai Desa. Bahkan juga disampaikan warga saat Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa meninjau posko pengungsian banjir di Masjid Tempuran, Desember 2024 lalu.

Baca juga: 113 Orang Mengungsi, Gubernur Khofifah Kirim Logistik untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Gresik

"Saluran drainase itu harus diperbaiki pas kemarau, bukan saat musim hujan begini. Jangan malah air datang (Banjir) baru kebingungan, kerja tidak maksimal akhirnya kan masyarakat yang terkena dampaknya," bebernya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menjelaskan banjir Tempuran terjadi pada Kamis (27/2/2025) sekitar pukul 23.00 WIB malam.

Baca juga: 5 Tahun Lalu Warga Sudah Patungan, Jalan Rusak di Mojokerto Tak Digubris, Pemda: Belum Bisa Akomodir

"Penyebab banjir curah hujan tinggi di wilayah Jombang dan Mojokerto, dan klep irigasi persawahan tidak berfungsi," ujar Khakim.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved