Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tak Hanya ke Fisik, Kesehatan Mulut juga Pengaruhi Mental Saat Puasa di Bulan Ramadan

drg Imme Kris Wicaksono mengatakan, kesehatan mulut tidak hanya berpengaruh pada fisik, tetapi juga pada kondisi mental dan emosional seseorang.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Sulvi Sofiana
KESEHATAN MULUT - Dokter gigi spesialis penyakit mulut dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya, drg Imme Kris Wicaksono, Sp.PM., menjelaskan, kesehatan mulut yang baik dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan seseorang, Rabu (19/3/2025). Kesehatan mulut tidak hanya berpengaruh pada fisik, tetapi juga pada kondisi mental dan emosional seseorang. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Hari Kesehatan Mulut Dunia tahun ini diperingati dengan tema "A Happy Mouth is a Happy Mind," menyoroti hubungan antara kesehatan mulut dan kesejahteraan mental. 

Di Indonesia, peringatan ini bertepatan dengan bulan Ramadan, yang membuat perhatian terhadap kesehatan gigi dan mulut semakin penting.

Dokter gigi spesialis penyakit mulut dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya, drg Imme Kris Wicaksono, Sp.PM., menjelaskan, kesehatan mulut yang baik dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan seseorang. 

“Jika seseorang merasa mulutnya sehat, tidak ada bau mulut, gigi berlubang, atau masalah gusi, maka mereka akan merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam beraktivitas,” ujarnya, Rabu (19/3/2025).

Ia menegaskan, kesehatan mulut tidak hanya berpengaruh pada fisik, tetapi juga pada kondisi mental dan emosional seseorang.

drg Imme memberikan beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut selama Ramadan

Ia menyarankan agar menyikat gigi dua kali sehari, terutama setelah sahur dan berbuka, serta menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.

Baca juga: 6 Cara Cegah Bau Mulut saat Puasa Ramadan, Salah Satunya Hindari Makan Makanan Manis saat Sahur

“Flossing sangat penting agar tidak ada sisa makanan yang tertinggal selama puasa,” katanya.

Selain itu, ia merekomendasikan penggunaan obat kumur yang mengandung antibakteri tetapi bebas alkohol untuk mencegah bau mulut. 

“Jika cukup terhidrasi, kita bisa mengurangi kekeringan di mulut sehingga tidak menimbulkan bau. Obat kumur harus tetap mengandung antibakteri, tetapi bebas alkohol agar tidak membuat mulut semakin kering,” jelasnya.

Selama berpuasa, produksi saliva berkurang karena tidak ada asupan makanan dan minuman, yang dapat menyebabkan mulut kering dan meningkatkan risiko karies, bau mulut, serta sariawan. 

Oleh karena itu, drg Imme mengingatkan pentingnya menjaga hidrasi tubuh dengan mengonsumsi delapan gelas air sehari. 

“Usahakan tetap minum cukup air dengan membaginya menjadi empat gelas saat sahur dan empat gelas saat berbuka,” sarannya.

Ia juga menyoroti dampak konsumsi makanan manis dan gorengan terhadap kesehatan gigi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved