Batu Nisan Makam Mbah Tameng Cicit Sunan Giri Gresik Hilang Dicuri, Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
Batu nisan makam cicit Sunan Giri di Kabupaten Gresik hilang dicuri. Batu nisan yang hilang di makam Mbah Tameng, berada di dalam kompleks Makam Sunan
Penulis: Willy Abraham | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Batu nisan makam cicit Sunan Giri di Kabupaten Gresik hilang dicuri. Batu nisan yang hilang di makam Mbah Tameng, berada di dalam kompleks Makam Sunan Giri, Kabupaten Gresik.
Mbah Tameng merupakan cicit dari Sunan Giri. Dalam sejarah lokal, ia dikenal sebagai tokoh pemberani yang rela melindungi makam Sunan Giri demi saat hendak dibongkar oleh prajurit Majapahit.
Dalam kisah lisan yang berkembang, saat ia melakukan aksi tersebut, segerombolan tawon menyerang para prajurit hingga akhirnya dihentikan oleh kedatangan Sunan Prapen.
Hilangnya batu nisan Mbah Tameng bukan hanya merugikan secara historis, tetapi juga membuka peluang terjadinya pemalsuan sejarah di kemudian hari.
Pasalnya, batu nisan tersebut memuat simbol artefak penting yang menandakan garis keturunan langsung dari Sunan Giri.
Dari informasi yang dihimpun, hilangnya batu nisan milik Makam Mbah Tameng itu, terjadi beberapa dalam hari terakhir.
Disayangkan, aktivitas pencurian batu nisan itu tidak ada bukti visual, karena CCTV tidak mengarah ke arah makam.
Aksi pencurian terjadi di salah satu situs cagar budaya nasional di Gresik, diduga dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Salah satu pemerhati sejarah prihatin dengan peristiwa pencurian batu nisan ini.
Gilang Adiwidya, yang secara aktif memantau pelestarian situs budaya di Gresik, menyebut kejadian ini sebagai bentuk kelalaian yang serius.
“Sebuah batu nisan Mbah Tameng yang masuk dalam situs di kompleks Makam Sunan Giri Kabupaten Gresik diduga dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga kini hilang satu,” ujarnya, Minggu (23/4/2025).
Pria yang akrab disapa Gilang menyayangkan lemahnya pengawasan terhadap kompleks makam yang sudah berstatus situs nasional tersebut. Menurutnya, tanggung jawab utama berada pada juru pelihara makam dan pihak pengelola situs.
“Seharusnya juru pelihara Makam Sunan Giri bertanggung jawab atas masalah ini. Sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, perlindungan situs ini juga telah dibantu oleh Polisi Khusus Cagar Budaya Gresik,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti kondisi makam Mbah Tameng yang terlihat memprihatinkan.
Area makam dipenuhi lumut dan sampah, mencerminkan kurangnya perawatan rutin dari pihak terkait
| 10 Bulan Buron, Pelaku Curanmor Pakisaji Akhirnya Diringkus Polisi Saat Asyik Ngopi di Malang |
|
|---|
| Dinkes Tulungagung Terus Mediasi Dugaan Malapraktik RS Era Medika, Panggil Manajemen dan Dokter DPJP |
|
|---|
| Bantuan 10 Sapi Pemprov Jatim Diduga Dijual Oknum Pokmas di Nganjuk |
|
|---|
| Nasib Guru Non-ASN Nganjuk Hanya Digaji Rp150 Ribu, DPRD Gelar RDP Cari Solusi |
|
|---|
| Dishub Kota Malang Siapkan Angkot 'Dual Fungsi': Gratis untuk Pelajar, Jadi Feeder untuk Umum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Kondisi-makam-Mbah-Tameng-cicit-Sunan-Giri-yang-batu-nisannya-hilang-satu.jpg)