Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Dugaan Pencamaran Air di Ploso Lor, Dinkes Kediri Imbau Warga Tak Gunakan Sumur untuk Sementara

Dugaan pencemaran lingkungan di Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, memasuki babak baru.

Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
tribunjatim.com/Isya Anshori
BANTUAN AIR BERSIH - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional IV Kebun Dhoho mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jumat (11/4/2025) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dugaan pencemaran lingkungan di Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, memasuki babak baru.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri secara tegas menghimbau masyarakat di sekitar lokasi terdampak untuk sementara tidak menggunakan air sumur yang diduga tercemar untuk kebutuhan sehari-hari.

Air sumur warga kini berubah warna menjadi cokelat kehitaman dengan bau menyengat.

Diduga kuat pencemaran ini berasal dari pembuangan blotong atau limbah padat sisa pengolahan tebu yang dibuang di lahan HGU, hanya berjarak belasan meter dari pemukiman warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, menjelaskan bahwa air yang sudah berubah warna dan bau tidak lagi layak untuk dikonsumsi, apalagi jika terkontaminasi zat berbahaya.

Baca juga: Sumur Warga Plosolor Kediri Berubah Warna Diduga Tercemar Limbah, DLH Siap Tindak Lanjuti Laporan

"Air yang sudah mengalami perubahan dari sifat alaminya, apalagi disertai bau menyengat, sangat tidak dianjurkan untuk dipakai. Baik untuk mandi, mencuci, apalagi untuk diminum," kata dr. Khotib saat dikonfirmasi, Selasa (15/4/2025).

Dia mengingatkan bahwa meskipun tidak langsung berbahaya dalam jangka pendek, logam berat atau zat kimia dari limbah bisa berakumulasi di tubuh jika digunakan terus-menerus. Hal ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan, khususnya organ pencernaan.

Terkait hasil uji laboratorium dari air sumur yang terdampak, dr. Khotib menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan. 

"Saya akui, untuk detail zat pencemar dan karakteristiknya, perlu keahlian khusus. Tapi dari sisi kesehatan, kami tetap menganjurkan masyarakat untuk menghindari penggunaannya," tambahnya.

Baca juga: DLH Kediri Observasi Air Sumur yang Diduga Tercemar, Hasil Laboratorium Keluar 2 Pekan lagi

Sembari menunggu hasil lab, langkah penanganan terus diupayakan. DPRD Kabupaten Kediri melalui Komisi III telah memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (15/4/2025) untuk mencari solusi bersama. Forum tersebut menghadirkan perwakilan dari PG Pesantren, DLH, Dinas Kesehatan, Bappeda, serta perwakilan masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, Totok Minto Leksono menegaskan bahwa pihak legislatif tidak akan tinggal diam terhadap keresahan warga. Dia meminta semua instansi bergerak cepat, tidak hanya untuk solusi sementara, tapi juga jangka panjang.

"Jangan sampai ada warga yang jatuh sakit karena air tercemar. Kita butuh langkah yang konkret dan terintegrasi dari semua pihak," tegasnya.

Sementara itu, PG Pesantren melalui PT Sinergi Gula Nusantara telah menyalurkan bantuan air bersih sejak Jumat pekan lalu.

Satu tangki berisi 9.000 liter dikirimkan setiap hari ke titik-titik terdampak. Mereka juga tengah merancang solusi jangka panjang seperti pengeboran sumur bor melalui program CSR.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved