Dugaan Pencamaran Air di Ploso Lor, Dinkes Kediri Imbau Warga Tak Gunakan Sumur untuk Sementara
Dugaan pencemaran lingkungan di Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, memasuki babak baru.
Penulis: Isya Anshori | Editor: Ndaru Wijayanto
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dugaan pencemaran lingkungan di Desa Ploso Lor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, memasuki babak baru.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri secara tegas menghimbau masyarakat di sekitar lokasi terdampak untuk sementara tidak menggunakan air sumur yang diduga tercemar untuk kebutuhan sehari-hari.
Air sumur warga kini berubah warna menjadi cokelat kehitaman dengan bau menyengat.
Diduga kuat pencemaran ini berasal dari pembuangan blotong atau limbah padat sisa pengolahan tebu yang dibuang di lahan HGU, hanya berjarak belasan meter dari pemukiman warga.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, menjelaskan bahwa air yang sudah berubah warna dan bau tidak lagi layak untuk dikonsumsi, apalagi jika terkontaminasi zat berbahaya.
Baca juga: Sumur Warga Plosolor Kediri Berubah Warna Diduga Tercemar Limbah, DLH Siap Tindak Lanjuti Laporan
"Air yang sudah mengalami perubahan dari sifat alaminya, apalagi disertai bau menyengat, sangat tidak dianjurkan untuk dipakai. Baik untuk mandi, mencuci, apalagi untuk diminum," kata dr. Khotib saat dikonfirmasi, Selasa (15/4/2025).
Dia mengingatkan bahwa meskipun tidak langsung berbahaya dalam jangka pendek, logam berat atau zat kimia dari limbah bisa berakumulasi di tubuh jika digunakan terus-menerus. Hal ini dapat berdampak serius terhadap kesehatan, khususnya organ pencernaan.
Terkait hasil uji laboratorium dari air sumur yang terdampak, dr. Khotib menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan.
"Saya akui, untuk detail zat pencemar dan karakteristiknya, perlu keahlian khusus. Tapi dari sisi kesehatan, kami tetap menganjurkan masyarakat untuk menghindari penggunaannya," tambahnya.
Baca juga: DLH Kediri Observasi Air Sumur yang Diduga Tercemar, Hasil Laboratorium Keluar 2 Pekan lagi
Sembari menunggu hasil lab, langkah penanganan terus diupayakan. DPRD Kabupaten Kediri melalui Komisi III telah memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (15/4/2025) untuk mencari solusi bersama. Forum tersebut menghadirkan perwakilan dari PG Pesantren, DLH, Dinas Kesehatan, Bappeda, serta perwakilan masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, Totok Minto Leksono menegaskan bahwa pihak legislatif tidak akan tinggal diam terhadap keresahan warga. Dia meminta semua instansi bergerak cepat, tidak hanya untuk solusi sementara, tapi juga jangka panjang.
"Jangan sampai ada warga yang jatuh sakit karena air tercemar. Kita butuh langkah yang konkret dan terintegrasi dari semua pihak," tegasnya.
Sementara itu, PG Pesantren melalui PT Sinergi Gula Nusantara telah menyalurkan bantuan air bersih sejak Jumat pekan lalu.
Satu tangki berisi 9.000 liter dikirimkan setiap hari ke titik-titik terdampak. Mereka juga tengah merancang solusi jangka panjang seperti pengeboran sumur bor melalui program CSR.
pencemaran air sumur
Berita Kediri Hari Ini
TribunJatim.com
jatim.tribunnews.com
Dinkes Kediri
Dinkes Kabupaten Kediri
Paguyuban Tani Puncu Gelar Demo di Kantor BPN Kediri, Tolak Pemerintah Patok Lahan Fasilitas Sosial |
![]() |
---|
Mantan Pimpinan KPK Duga Noel Ebenezer Dilaporkan Orang Dekat: Ruangan Kawan Disadap |
![]() |
---|
Pamit Jadi TKI, Warga Malah Berakhir Jadi PSK setelah Dijual Rp 10,5 Juta, Diselamatkan Konsulat |
![]() |
---|
Modus Pinjam Sebentar Bikin Motor Wanita ini Raib di Tangan Kenalannya, Sempat Memaksa |
![]() |
---|
Kementerian Haji dan Umrah Resmi Dibentuk, Kemenag Ponorogo Tunggu Juknis dari Pusat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.