Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Dikejar Wanita Minta Belikan Susu, Gubernur Balas Menohok Soroti Tanda Merah di Leher: Ada Cupangnya

Bukan hanya minta susu anak, wanita tersebut juga minta tunggakan sekolah dilunasi.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Instagram/dedimulyadi71
GUBERNUR DIMINTAI SUSU - Dedi Mulyadi dimintai susu oleh seorang wanita. Sang Gubernur Jawa Barat memberi balasan menohok. 

TRIBUNJATIM.COM - Dedi Mulyadi geram saat dikejar wanita ketika berkunjung ke kantor desa di wilayah Subang, Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat tersebut dikejar wanita yang meminta dirinya untuk membelikan susu buat anak.

Bukan hanya minta susu anak, wanita tersebut juga meminta bantuan melunasi tunggakan sekolah.

Baca juga: Guru Potong Baju Seragam Murid di Lapangan Tuai Pro Kontra, Kepsek Langsung Dipanggil Disdik

Wanita berbaju cokelat tersebut menghampiri KDM yang sudah duduk di bangku depan mobilnya.

"Pengin sekolah, sekarang bapaknya dimana?" tanya KDM.

Ia menyarankan agar wanita tersebut menuntut suami karena telah menelantarkan anak kandung.

"Tuntut ke pengadilan dia menelantarkan anak. Sekolah pengin kemana?" tanya KDM.

Ia pun kemudian menunjuk Bupati Subang, Reynaldy Putra, untuk membereskan masalah sekolah wanita tersebut.

"Tuh Bupati, nih tangani, panggil dulu bapaknya," ucap KDM.

Dedi menegaskan, pemerintah tak bisa dilimpahkan tanggung jawab membiayai anak warga yang masih ada ayah dan ibu.

"Kita enggak boleh juga orang tua, kecuali yatim piatu," katanya.

"Orang tuanya, ada bapaknya ada dibebani ke pemerintah. Kalau ke stemper kan gratis, masalahnya apa?" jelas Dedi.

Wanita itu mengaku masih memiliki tunggakan uang seragam.

"Tunggakan pak, biasa. Bekas baju seragam. Baju putih aja belum dibayar," jawab wanita baju cokelat.

Jawaban pedas Dedi Mulyadi saat dikejar wanita minta susu. KDM soroti tanda merah di leher.
Jawaban pedas Dedi Mulyadi saat dikejar wanita minta susu. KDM soroti tanda merah di leher. (YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

Dedi lantas memberi jawaban yang membuat wanita tersebut terdiam.

Ia menilai, permintaan tersebut tak sesuai dengan penampilan wanita tersebut.

"Ibu alisnya ditanam, wajahnya glowing, giginya dikawat, masak bayar seragam enggak mampu," kata KDM.

Mendengar ucapan pedas Dedi, si wanita malah cengengesan.

"Enggak aku itu pak, cuma bayar yang satunya aja, satuya belum lunas," kata wanita.

Selain dandanan, Dedi Mulyadi juga menyoroti tanda merah di leher wanita tersebut.

"Lehernya ada cupangnya," sentil Dedi.

Membantah, wanita tersebut mengaku tanda merah di leher merupakan bekas tindak kekerasan.

"Ini bukan cupang, ini aku dicekik pak. Sama laki-laki," kata wanita.

"Ya ibunya ke laki-laki terus," timpal Dedi.

Baca juga: Gudang Perusahaan Jan Hwa Diana Resmi Disegel Pemkot, Eri Janjikan Ijazah Kembali: Aku Cacake Arek

Wanita tersebut melanjutkan, ia memiliki tunggakan seragam mencapai Rp1 juta.

"Seragam yang putih belum dibayar, Rp1 juta berapa gitu," katanya.

Dedi Mulyadi pun bersedia membantu melunasinya.

"Atas nama siapa? Udah lunas. Itu kan Pemprov. Tapi nanti ke depan ibu prioritasin pendidikan anak, jangan prioritasin dandan, ibu saya bisa nyekolahin sembilan," kata KDM.

"Kan saya kerja pak, buat anak. Empat ini yang paling kecil," timpal wanita.

"Ya ibu kenapa anaknya banyak banget, jangan bikin anak terus, udah tahu susah suaminya. Sekarang suami ke berapa?" kata Dedi.

Wanita tersebut pun mengaku sudah dua kali menikah dan memiliki empat orang anak.

"Kedua, ini anak keempat. Aku bingung beli susu pak ih," katanya.

Ia bercerita bahwa suaminya tak bertanggung jawab memenuhi kebutuhan anak karena sering judi.

"Itu kan anaknya dari suaminya, suaminya kemana ?" tanya Dedi.

"Dia sering main judi," katanya.

"Kenapa ibu nikah sama yang begitu? Bu, daripada punya suami yang enggak bertanggung jawab, mending ngejanda," kata Dedi.

"Aku ngebatin pak. Kalau aku kerja, anak aku ditinggalin lho pak," kata wanita.

"Ya tinggalin sama yang ngurus. Ah ibu mah sengsara diciptakan oleh diri sendiri. Sudah, itu (tunggakan sekolah) lunas urusan itu nanti saya telepon kepala sekolahnya," kata Dedi sambil berlalu pergi.

Meski sudah dibantu melunasi tunggakan sekolah, wanita tersebut tetap meminta susu ke Dedi.

"Bapak buat susu," katanya ngotot masih mengemis.

Sebelumnya, Dedi turun langsung dalam menertibkan tempat lokalisasi.

KDM sampai masuk ke area prostitusi tersebut menemui wanita pekerja seks komersial (PSK).

Interaksi antara KDM dengan wanita PSK itu pun jadi sorotan.

Diketahui, penertiban ini merupakan bagian dari upaya penertiban bangunan liar.

Bangunan-bangunan liar yang berdiri diantaranya rupanya merupakan tempat esek-esek.

Turun langsung mendatangi tempat lokalisasi di Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut berbicara dengan wanita PSK di Subang.

Baca juga: Pantas Sulasmi Larang Keranda Jenazah Lewati Rumahnya, Akhirnya Warga Mengalah Bopong Lewat Sungai

Disana dia menemui seorang PSK yang kemudian diajak KDM untuk mengobrol.

Dalam obrolannya dengan PSK tersebut, KDM menanyakan tarif sekali kencan kepada si wanita.

Bukan tanpa alasan, KDM menanyakan tarif tersebut adalah untuk memberi uang agar dia bisa pulang sebagai ganti dari penghasilannya sebagai PSK.

"Teteh di sini sama siapa?" tanya KDM dikutip dari unggahan media sosial Dedi Mulyadi, Minggu (20/4/2025).

Sambil menutup wajahnya karena malu, PSK tersebut mengaku dia tinggal bersama Mamah Tati.

Mamah Tati ini juga merupakan pemilik tempat dan bangunan liar tersebut.

Dari obrolan ini juga terungkap bahwa PSK tersebut adalah janda yang sudah tiga kali menikah, namun tak punya anak.

Dia mengaku tak punya pekerjaan sehingga bergabung dengan Mamah Tati.

Tangkapan layar unggahan di kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Minggu (20/4/2025). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan penertiban tempat esek-esek di Subang.
Tangkapan layar unggahan di Instagram @dedimulyadi17, Minggu (20/4/2025). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan penertiban tempat esek-esek di Subang. (Instagram/dedimulyadi17)

"Teh jujur sama saya, berapa kalau langganan ke sini?" tanya KDM.

"Enggak pak," kata si PSK malu-malu tak mau menjawab.

KDM pun menjelaskan maksud dia menanyakan tarif sekali kencan.

"Maksud saya teteh kan harus pulang dulu, tempatnya kan mau kita bongkar, saya kan harus ngasih bekel teteh pulang," kata KDM.

Karena si PSK ini tidak mau menjawab, KDM pun hanya bisa mengira-ngira untuk memberinya uang.

KDM pun memberinya uang Rp2 juta plus uang tambahan ongkos pulang dan bantuan ini diterima oleh si PSK tersebut.

"Teteh pulang dulu, tempatnya mau kita rapikan," ucap KDM.

Selain tempat prostitusi, di barisan bangunan yang sama KDM didampingi Bupati Subang juga menemukan adanya warung sekaligus rumah tanpa izin yang dihuni janda.

KDM juga memberikan sejumlah uang agar mereka bisa pindah sampai nanti diberikan informasi terkait ganti penempatan warungnya.

Seorang penghuni warung bahkan sampai menangis karena dia juga mendapat bantuan tambahan untuk anak-anaknya dari KDM.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved