Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ibadah Haji 2025

Terdampak Efisiensi Anggaran, CJH Tulungagung Tak Dapat Seragam Batik dan Tidak Ada Syukuran Haji

Karena terdampak efisiensi anggaran, tahun ini, CJH Tulungagung tak dapat seragam batik dan tidak ada syukuran haji seperti tahun sebelumnya.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/David Yohanes
MENGALUNGKAN SERBAN - Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengalungkan serban kepada calon jemaah haji (CJH) yang akan berangkat ke Tanah Suci, saat pelepasan CJH asal Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, di pendopo kabupaten, Rabu (23/4/2025). CJH Kabupaten Tulungagung masuk kloter 1, kloter 2 dan kloter 3 embarkasi Surabaya, akan terbang ke Tanah Suci pada Jumat (2/5/2025).  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun 2025 ini, 1.024 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Tulungagung tidak mendapat seragam khusus berupa baju batik.

Selain itu, untuk pertama kalinya, Pemkab Tulungagung juga tidak menggelar syukuran haji.

Hal itu karena terdampak efisiensi anggaran.

Menurut Kabag Kesra Setda Kabupaten Tulungagung, Makrus Mannan, anggaran pengadaan seragam haji dihapus sebagai bagian dari kebijakan efisiensi.

"Sebenarnya tidak hanya seragam untuk jemaah haji, semua pengadaan seragam di setiap OPD juga dicoret," ungkap Makrus, Rabu (23/4/2025).

Lanjutnya, seragam calon jemaah haji ini sebenarnya cukup penting selama di Tanah Suci.

Saat berbaur dengan jutaan orang dari seluruh dunia, seragam batik memudahkan untuk dikenali.

Meski ada tanda khusus untuk jemaah haji dari Indonesia, namun seragam yang dikenakan langsung secara khusus menunjuk identitas daerah Tulungagung.

"Jadi sesama kita langsung bisa mengenali, oh jemaah haji dari Tulungagung. Ini memudahkan saat menjalankan ibadah haji," jelas Makrus.

Baca juga: Suasana Haru Warnai Pelepasan 240 Calon Jemaah Haji Kediri, Wali Kota Vinanda: Anugerah Besar

Menurut Makrus, sebenarnya masih bisa mempertahankan alokasi pengadaan seragam calon jemaah haji ini, asal bisa mempertahankan.

Namun dalam pertimbangan diyakini alokasi ini tetap akan dicoret, sehingga pos anggaran ini dikosongkan.

Sementara anggaran operasional haji yang ada sekitar Rp 800 juta.

"Bapak bupati juga menjanjikan suvenir, kami masih memikirkan apa yang sekiranya memungkinkan," sambung Makrus.

Alokasi Rp 800 juta ini diperuntukkan biaya transportasi keberangkatan dan kepulangan, serta konsumsi selama keberangkatan dan kepulangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved