Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Sosok Jenderal Soeharto, Andalan Presiden Soekarno Tapi Sering Berinisiatif di Luar Komando

Sosok Mayjen Soeharto, bawahan Presiden Soekarno yang selalu diandalkan Namun, terkadang Soeharto saat kerap berinisiatif di luar komando.

Editor: Torik Aqua
Arsip Kompas.com
(tengah) Soekarno saat diapit (kiri) jenderal AH Nasution dan (kanan) Soeharto di Istana Merdeka. 

TRIBUNJATIM.COM - Sosok Mayjen Soeharto, bawahan Presiden Soekarno yang selalu diandalkan

Namun, terkadang Soeharto saat kerap berinisiatif alias bertindak di luar komando.

Hal ini membuat sejumlah kalangan menyebut inisiatif tersebut melanggar disiplin hierarki militer.

Mayjen Soeharto yang ketika itu menempati posisi Panglima Komando Cadagang Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menumpas gerombola Gerakan 30 September 1965 dengan cepat.

Baca juga: Catatan Jika Soeharto Dijadikan Pahlawan Nasional, Sejarawan UGM Singgung Catatan Sejarah

Soekarno saat diapit jenderal AH Nasution dan Soeharto di Istana Merdeka
Soekarno saat diapit jenderal AH Nasution dan Soeharto di Istana Merdeka (Kompas.com)

Bagaimana tidak, Soeharto melakukan operasi itu tanpa izin dan perintah dari Bung Karno selaku panglima tertinggi (Pangti) ABRI. 

Walaupun demikian,inisiatif Soeharto dianggap sebagai langkah tepat karena disebut sukses menghindarkan negara dari komunisme meskipun dalam penanganan terhadap orang-orang yang dituduh terlibat PKI menjadi tidak terkendali.

Bagaimanapun juga, penanganan mereka yang dianggap sebagai anggota PKI seharusnya dilakukan oleh aparat penegak hukum alih-alih melibatkan ormas-ormas sipil.

Mereka sebenarnya tidak memiliki wewenang untuk “mengadili” warga yang diduga terlibat Gestapu.

Ternyata, bukan kali itu saja Soeharto "mengabaikan" Bung Karno.

Saat menangani konflik Indonesia-Malaysia dalam Operasi Dwikora dia juga melakukan hal serupa.

Pertengahan 1964 konfrontasi Indonesia-Malaysia makin memuncak. 

Terlebih setelah Angkatan Udara menerjukan sekitar 100 pasukan ke wilayah Labis dan Johor di mana itu nyaris menyulut aksi balasan besar-besaran yang akan dilancarkan oleh Angkatan Udara dan Angkatan Laut Inggris ke wilayah Indonesia, khususnya Jakarta.

Jika pesawat-pesawat tempur RAF yang berpangkalan di Singapura sampai menyerang Jakarta, konflik Indonesia-Malaysia pasti berubah menjadi kondisi yang sangat merugikan Indonesia.

Demi mengatasi hal terburuk, Mayor Benny Meordani yang sedang bertempur di Kalimantan Utara dipanggil pulang ke Jakarta pada Agustus 1964.

Tapi untuk balik ke Jakarta dari pedalaman Kalimantan bukan hal yang mudah bagi Benny. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved