Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Hasil Uji Laboratorium Air di Desa Plosolor Kediri Keluar, Satu Sumur Dinyatakan Aman

Dari tujuh sampel air yang diambil dari sumur warga Desa Plosolor Kediri, satu di antaranya dinyatakan memenuhi seluruh parameter baku mutu.

Penulis: Isya Anshori | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Isya Anshori
HASIL LABORATORIUM - Kepala DLH Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti memberi informasi terkait tindak lanjut dugaan pencemaran air di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Selasa (29/4/2025). Dari tujuh sampel air yang diambil dari sumur warga, satu di antaranya dinyatakan memenuhi seluruh parameter baku mutu berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Isya Anshori

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Hasil sementara uji laboratorium terhadap kualitas air dan tanah di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kediri, Jawa Timur, telah keluar. 

Dari tujuh sampel air yang diambil dari sumur warga, satu di antaranya dinyatakan memenuhi seluruh parameter baku mutu berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti menjelaskan, sumur milik Siswanto dinyatakan layak digunakan untuk keperluan higienis dan sanitasi.

Sementara enam sumur lainnya menunjukkan hasil beragam, dengan beberapa parameter yang tidak memenuhi standar.

"Dari tujuh sampel air, hanya satu sumur milik Pak Siswanto yang memenuhi semua baku mutu. Enam lainnya ada yang lolos sebagian, ada yang tidak. Nilainya bervariasi," kata Putut saat dikonfirmasi, Selasa (29/4/2025).

Putut menegaskan, meski ada indikasi pencemaran, pihaknya belum dapat menyimpulkan secara pasti sumber pencemaran.

Diperlukan analisis lanjutan untuk memastikan apakah kualitas air yang menurun berasal dari aktivitas tertentu atau dari sumber domestik.

"Kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab pastinya. Misalnya, tingginya kandungan Escherichia Coli (E Coli-red) bisa jadi berasal dari sistem sanitasi rumah tangga atau kepadatan penduduk," imbuhnya.

Selain uji air, DLH Kediri juga mengambil empat sampel tanah dari berbagai titik, termasuk area yang diduga terkontaminasi dan halaman rumah warga.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kandungan besi (Fe) dan mangan (Mn) di tanah rumah warga justru lebih tinggi dibandingkan dengan area blotong.

"Di tanah milik Pak Bintoro, kandungan Fe mencapai 116, sementara di blotong hanya 89. Tapi ini hanya menggambarkan karakteristik, bukan menunjukkan adanya pelanggaran baku mutu karena uji tanah memang tidak dibandingkan dengan standar tertentu," jelas Putut.

Baca juga: Dugaan Pencamaran Air di Ploso Lor, Dinkes Kediri Imbau Warga Tak Gunakan Sumur untuk Sementara

Putut juga menyampaikan, informasi mengenai adanya air sumur yang terlihat seperti berminyak masih akan ditindaklanjuti.

Jika dibutuhkan, DLH akan melakukan pengujian tambahan untuk memastikan air tersebut aman atau tidak untuk digunakan.

"Nanti akan kita cek ulang jika masyarakat merasa ragu. Kalau hasilnya memenuhi parameter, tentu aman untuk digunakan," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved