Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Dedi Mulyadi Persilakan Orang Tua Serahkan Anaknya yang Bermasalah untuk Dibina di Barak TNI

Kang Dedi Mulyadi menyebut, hal ini membuat pihaknya akan menempatkan pelajar bermasalah di Jawa Barat akan dibina di barak TNI.

Editor: Torik Aqua
Instagram/dedimulyadi71
GERAM ANAK JALANAN - Tangkapan layar unggahan kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kamis (10/4/2025). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beri alasan kenapa ingin kirim siswa ke barak TNI. 

TRIBUNJATIM.COM - Alasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ingin ada wajib militer untuk siswa berasal dari lemahnya pengawasan terhadap siswa.

Kang Dedi Mulyadi menyebut, hal ini membuat pihaknya akan menempatkan pelajar bermasalah di Jawa Barat akan dibina di barak TNI.

Dedi Mulyadi menyebut banyak pelajar yang merasa berkuasa, tapi lemah dari ketahanan fisik.

Ia juga menyoroti anak muda saat ini.

Baca juga: 4 Sosok Anak Bakal Dikirim Dedi Mulyadi ke Wajib Militer , ada Tukang Main Mobile Legends dan Bolos

RAHASIA REZEKI MENGALIR - Tangkapan layar unggahan kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Selasa (22/4/2025). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menemui atlet muay thai Kabupaten Bekasi, Sarah Avilia.
RAHASIA REZEKI MENGALIR - Tangkapan layar unggahan kanal YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Selasa (22/4/2025). Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menemui atlet muay thai Kabupaten Bekasi, Sarah Avilia. (YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL)

"Coba tanya deh ke jajaran TNI Polri, apa yang terjadi pada anak muda hari ini. Satu, tangannya rapuh, jadi ada orang yang pengen panco aja patah. Karena makanannya junk food. Kedua, kakinya kalau loncat latihan, loncat dari mobil patah dan keseleo, karena tidak pernah jalan kaki," kata Dedi Mulyadi saat ditemui awak media di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025).

Sementara itu di sisi lain kata dia, dalam kondisi ini banyak orang tua hingga para guru yang merasa kewalahan dalam menghadapi para siswa.

Khususnya untuk guru, mereka kata Dedi, cenderung lebih takut apabila memberikan ketegasan kepada para murid yang bersalah.

"Maka saya merubah paradigma itu dengan cara apa, banyak orang tua yang hari ini tidak punya kesanggupan lagi mengahdapi lagi anaknya. Banyak guru yang tidak punya kesanggupan utnuk menghadapi murid-muridnya. Kenapa, dia keras dikit nanti dikriminalisasi," kata dia

Atas hal itu, mantan Ketua Komisi IV DPR RI itu berpandangan perlu dilakukan tindakan-tindakan yang nyata, terukur dan terencana terhadap perkembangan siswa.

Salah satu upayanya kata dia, dengan memberikan pendidikan bersama dengan TNI dan juga Polri.

"Maka salah satu pilihannya adalah melibatkan TNI polri menjadi bagian dari upaya pembinaan mereka."

"Siapa yang dibina, mereka yang mengalami kenakalan akut yang sudah mengarah kriminal," kata dia

Hanya saja pemberian pendidikan itu tidak dipaksakan, menurut Dedi Mulyadi, nantinya para orang tua siswa yang merasa memiliki anak dengan kenakalan akut, bisa menyerahkan putranya ke posko TNI yang akan dibentuk.

Di dalam barak tersebut juga dipastikan Dedi Mulyadi, tidak akan diberikan pendidikan militer, melainkan untuk memberikan pemahaman kedisiplinan agar lebih patuh terhadap norma-norma.

"Jadi masuk barak Militer bukan latihan perang-perangan, bukan. (Tapi) membantu membangun kesehatan pikiran, kesehatan mental, dan kesehatsn raga mereka agar mereka menjadi anak-anak yang bugar, tidak minum, tidak merokok, tidak makan eksimer, tidak minum ciu, yang itu obat-obatan itu marak di mana-mana," tandas dia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved