Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Haji 2025

Siap-Siap, Bakal Banyak Jemaah Haji Daerah yang Terpisah dalam Satu Kloter, PPIH Beri Penjelasan

Mulai Jumat (9/5/2025) hari ini, Embarkasi Surabaya akan secara penuh menerapkan anggota Kloter berdasarkan Syarikah.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Sudarma Adi
tribunjatim.com/faiq nuraini
PERSIAPAN HAJI 2025 - Petugas bimbingan haji saat memberi pelatihan haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (23/4/2025). 1 Mei 2025 besok kloter pertama dari Kediri akan tiba di Asrama Haji ini 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mulai Jumat (9/5/2025) hari ini, Embarkasi Surabaya akan secara penuh menerapkan anggota Kloter berdasarkan Syarikah.

Bukan berdasarkan pra manifes seperti tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya satu daerah akan berada dalam satu kloter. Saat kloter berbasis Syarikah itu memungkinkan jemaah haji akan terpisah dari rombongan kloter daerahnya. Tak lagi bersama dalam satu kloter.

Syarikah haji adalah mitra resmi yang mengurusi akomodasi, konsumsi, transportasi dan mobilitas di Tanah Suci. Terutama saat di Arafah, Mina, dan Musdalifah.

Semacam vendor resmi penyedia maktab.

Baca juga: Jelang Haji 2025, Penukaran Uang Riyal di Lamongan Melonjak, ini Pecahan Uang yang Banyak Diburu

Syarikah ini bahkan posisinya selevel paspor dan visa sehingga wajib ada. Begitu ada Syarikah dipastikan sudah bisa terbang. Makanya ada jemaah dari daerah yang diminta ke Asrama Haji Sukolilo lebih dulu karena mereka sudah mendapat Syarikah.

"Mulai tanggal 7 Mei, kami mulai menyusun kloter berbasis Syarikah yaitu berdasarkan perusahaan yang mengelola. Insya Allah di Embarkasi Surabaya akan diterapkan secara penuh mulai 9 Mei ini," terang Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Sugiyo, Kamis (9/5/2025).

Syarikah haji tersebut bisa jadi menjadi prasyarat jemaah. Jika tahun-tahun lalu  diberikan saat para calon jemaah haji sudah sampai di Arab Saudi. Tahun ini, Syarikah diberikan sebelum pemberangkatan.

Namun turunnya syarikah haji tersebut  tidak bersamaan. Sistem yang akan menentukan setiap jemaah berada di Syarikah masing-masing. Saat ini ada 8 Syarikah yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.

"Jadi kloter nanti disusun berdasarkan kesamaan Syarikah. Penyelenggaraan sebelumnya kita memakai satu syarikah, tahun ini bekerja sama dengan delapan syarikah," jelas Sugiyo.

Kedelapan Syarikah yang sudah ditetapkan pemerintah Arab Saudi adalah Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad.

Masing-masing melayani antara 11.000  hingga 36.000 an jemaah. Penyusunan kloter berbasis Syarikah ini menimbulkan tantangan tersendiri karena sangat mungkin mengakibatkan jemaah pisah dengan kabupaten maupun KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) asalnya.

Baca juga: Pengajuan Cuti 27 ASN Tulungagung untuk Jalankan Ibadah Haji 2025, Pemkab: Paling Lama 70 Hari

Diakui berat dan butuh waktu karena baru kali pertama. Tetapi ini permintaan pemerintah Arab Saudi untuk menyusun kloter berdasarkan syarikah yang sama.

"Tenang, untuk jemaah pendampingan, kami upayakan tetap gabung dengan yang didampingi. Insya Allah tidak terpisah," kata Sugiyo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved