Haji 2025
Siap-Siap, Bakal Banyak Jemaah Haji Daerah yang Terpisah dalam Satu Kloter, PPIH Beri Penjelasan
Mulai Jumat (9/5/2025) hari ini, Embarkasi Surabaya akan secara penuh menerapkan anggota Kloter berdasarkan Syarikah.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nuraini Faiq
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mulai Jumat (9/5/2025) hari ini, Embarkasi Surabaya akan secara penuh menerapkan anggota Kloter berdasarkan Syarikah.
Bukan berdasarkan pra manifes seperti tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya satu daerah akan berada dalam satu kloter. Saat kloter berbasis Syarikah itu memungkinkan jemaah haji akan terpisah dari rombongan kloter daerahnya. Tak lagi bersama dalam satu kloter.
Syarikah haji adalah mitra resmi yang mengurusi akomodasi, konsumsi, transportasi dan mobilitas di Tanah Suci. Terutama saat di Arafah, Mina, dan Musdalifah.
Semacam vendor resmi penyedia maktab.
Baca juga: Jelang Haji 2025, Penukaran Uang Riyal di Lamongan Melonjak, ini Pecahan Uang yang Banyak Diburu
Syarikah ini bahkan posisinya selevel paspor dan visa sehingga wajib ada. Begitu ada Syarikah dipastikan sudah bisa terbang. Makanya ada jemaah dari daerah yang diminta ke Asrama Haji Sukolilo lebih dulu karena mereka sudah mendapat Syarikah.
"Mulai tanggal 7 Mei, kami mulai menyusun kloter berbasis Syarikah yaitu berdasarkan perusahaan yang mengelola. Insya Allah di Embarkasi Surabaya akan diterapkan secara penuh mulai 9 Mei ini," terang Plh Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya Sugiyo, Kamis (9/5/2025).
Syarikah haji tersebut bisa jadi menjadi prasyarat jemaah. Jika tahun-tahun lalu diberikan saat para calon jemaah haji sudah sampai di Arab Saudi. Tahun ini, Syarikah diberikan sebelum pemberangkatan.
Namun turunnya syarikah haji tersebut tidak bersamaan. Sistem yang akan menentukan setiap jemaah berada di Syarikah masing-masing. Saat ini ada 8 Syarikah yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
"Jadi kloter nanti disusun berdasarkan kesamaan Syarikah. Penyelenggaraan sebelumnya kita memakai satu syarikah, tahun ini bekerja sama dengan delapan syarikah," jelas Sugiyo.
Kedelapan Syarikah yang sudah ditetapkan pemerintah Arab Saudi adalah Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad.
Masing-masing melayani antara 11.000 hingga 36.000 an jemaah. Penyusunan kloter berbasis Syarikah ini menimbulkan tantangan tersendiri karena sangat mungkin mengakibatkan jemaah pisah dengan kabupaten maupun KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) asalnya.
Baca juga: Pengajuan Cuti 27 ASN Tulungagung untuk Jalankan Ibadah Haji 2025, Pemkab: Paling Lama 70 Hari
Diakui berat dan butuh waktu karena baru kali pertama. Tetapi ini permintaan pemerintah Arab Saudi untuk menyusun kloter berdasarkan syarikah yang sama.
"Tenang, untuk jemaah pendampingan, kami upayakan tetap gabung dengan yang didampingi. Insya Allah tidak terpisah," kata Sugiyo.
Visa 1.060 Jemaah Belum Terbit
Saat ini sudah dilakukan koordinasi dengan Kemenag seluruh Jatim. Termasuk dengan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (FK KBIHU). Semua untuk membantu mensosialisasikan kebijakan baru itu kepada jemaah.
Terkait update visa jemaah haji Embarkasi Surabaya, saat ini terus bertambah jumlah bisa jemaah haji yang sudah terbit. "Total jemaah yang sudah tervisa 97 persen. Yang belum sekitar 1.060 orang dari total kuota 35.155,” rinci Sugiyo.
Jemaah yang belum terbit visanya berkonsekuensi pada penundaan jadwal berangkat. Begitu visa jadi akan segera dicarikan slot kosong pada kloter-kloter selanjutnya.
Sementara itu, Jumat ini ada ada empat kloter dari Madura masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Yakni Kloter 27 dan 28 dari Pamekasan, Kloter 29 dari Bangkalan dan Pamekasan, serta Kloter 30 dari Bangkalan.
Syarikah
Kelompok Terbang (Kloter)
perusahaan yang mengelola
Calon Jemaah Haji (CJH)
haji 2025
Tanah Suci
TribunJatim.com
PPIH Embarkasi Surabaya
Kloter Terakhir Tiba, Ini Daftar 7 Jemaah Haji Jatim yang Belum Bisa Pulang ke Tanah Air |
![]() |
---|
Kloter Terakhir Jemaah Haji Debarkasi Surabaya Tiba dengan Selamat, Gabungan Daerah di Jatim |
![]() |
---|
7 Jemaah Haji Jatim Belum Bisa Dipulangkan, Ada yang Sakit dan Satu Masih Hilang |
![]() |
---|
Hilang di Makkah Sejak 29 Mei, Jemaah Haji Asal Kepanjen Malang Belum Ditemukan |
![]() |
---|
Jemaah Haji Manggarai NTT Akhirnya Bisa Pulang Setelah 4 Hari Tertahan di Surabaya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.