Sosok Pria Bondowoso Ciptakan Laboratorium Kopi Persahabatan, Jadi Tempat Belajar Perkopian Gratis
Cinta pada pandangan pertama pada kopi, membuat Moelyadi mabuk kepayang hingga kini
Penulis: Sinca Ari Pangistu | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sinca Ari Pangestu
TRIBUNJATIM.COM, BONDOWOSO - Cinta pada pandangan pertama pada kopi, membuat Moelyadi mabuk kepayang hingga kini.
Sudah 12 tahun kecintaannya pada kopi, membuatnya termotivasi untuk menjadikan kopi sebagai sumber penghidupan para pelaku kopi dari hulu hingga hilir.
Tak hanya menjadi minuman peneman dalam mencari inspirasi.
Berangkat dari ini, Moelyadi pun menciptakan laboratorium kopi persahabatan. Lokasinya berada di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Dabasah, Kecamatan Bondowoso.
Berbagai peralatan mesin kopi, serta kopi berbagai cita rasa berada di laboratorium yang baru dibuatnya.
Barista dari berbagai kota juga didatangkan setiap bulan.
Baca juga: Rahasia Awet Muda Rektor Berusia 93 Tahun, Hindari Rokok hingga Kopi, 1 Benda di Kamar Selalu Nyala
Melalui laboratorium kopi ini, dirinya ingin melahirkan banyak anak muda untuk menjadi generasi penerus pelaku kopi.
Mereka nantinya akan belajar di laboratorium kopi secara gratis. Mulai dari belajar pengujian cita rasa kopi, produk kopi, serta pengujian alat maupun mesin kopi. Termasuk nanti belajar kopi langsung di perkebunan kopi seluas 400 hektar.
Semuanya gratis, meski biasanya jika belajar sebagai barista biayanya mencapai puluhan juta.
Baca juga: Ajang Brewnovation 2025 di Surabaya Tantang Peserta Ciptakan Produk Pangan dari Ampas Kopi
"Disini tak dipungut biaya," kata pria yang juga menjabat Direktur PT Mulia Indonesia Timur pada Sabtu (31/5/2025) saat peresmian Laboratorium Kopi Persahabatan.
Saat ini sudah ada 31 pelajar di Bondowoso yang telah mendaftarkan diri untuk belajar.
Selain itu, ujar pria asli Bondowoso itu, juga sudah melakukan komunikasi dengan lima Pondok Pesantren di Bondowoso.
Baca juga: Penghasilannya Rp 30 Juta Sebulan, Edwin Penjual Kopi Gerobak Ternyata Lulusan Teknik, Jaga Kualitas
Agar santrinya belajar perkopian di Laboraorium Kopi. Karena mereka bisa menjadi masa depan eksistensi kopi Bondowoso.
Di sisi lain, ia juga ingin mempersiapkan anak muda agar memiliki keterampilan. Sehingga nantinya bisa dihindarkan dari tingginya judi online, atau pun terpaan badai narkoba.
| Harga LPG Non Subsidi Naik, Pengusaha Hotel Bondowoso Resah, Pengeluaran Naik 20 Persen |
|
|---|
| Sebanyak 5 Kasus Narkoba di Bondowoso Dibongkar Polisi, Ada yang Bermodus Sistem Ranjau |
|
|---|
| Tergiur Gaji Besar, 4 Pria di Bondowoso Kena Tipu saat Hendak Kerja Jadi PMI di Brunei |
|
|---|
| 2 Warga Bondowoso Ditangkap, Timbun Pertalite Lebih dari 1 Ton, Modus Barcode Terungkap |
|
|---|
| Pilu Warga Bondowoso, Nekat Hendak Masuk Rumah yang Terbakar, Selamatkan Uang hasil Jual Anak Sapi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/laboratorium-kopi-bondowoso.jpg)