Fenomena Bediding Melanda, Dinkes Kota Batu Beber Penyakit yang Sering Muncul hingga Tips Tetap Fit
Fenomena bediding melanda Malang Raya, Dinkes Kota Batu beber penyakit yang sering muncul hingga beri tips agar tetap fit.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Fenomena suhu dingin atau yang lebih dikenal dengan ‘bediding’ tiba.
Beberapa hari belakangan, masyarakat Malang Raya, khususnya yang berada di Kota Batu, merasakan suhu yang lebih dingin dibanding hari-hari biasa.
Khususnya ketika memasuki malam hari hingga menjelang pagi hari.
Suhu udara di Kota Batu saat ini berada di rentang 16-23 derajat celcius. Suhu ini dapat berubah sewaktu-waktu dan juga tergantung wilayah.
Yang perlu diwaspadai, adanya suhu dingin ini juga rentan menimbulkan beberapa penyakit.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu, dr Susana Indahwati, penyakit yang paling sering dialami masyarakat ketika suhu dingin ialah flu dan penyakit saluran pernapasan.
“Ya, ada beberapa penyakit yang rentan dialami saat suhu dingin, di antaranya Penyakit Saluran Pernapasan Akut (ISPA, red), flu dan pilek, hipotermia, asma, radang sendi, kulit kering dan pecah-pecah, hingga penyakit jantung,” kata dr Susana kepada Tribun Jatim Network, Selasa (8/7/2025).
Baca juga: Info Cuaca Jatim Kamis, 29 Mei 2025: Gresik Daerah Terpanas Suhu 26 Derajat, Batu dan Malang Dingin
Susana menjelaskan, penyakit ISPA kerap dialami ketika suhu dingin karena suhu dingin dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat virus dan bakteri lebih mudah masuk ke saluran pernapasan.
Gejalanya meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan dan demam.
Penyakit lain yang umum diderita saat suhu dingin ialah flu dan pilek, penyakit ini mirip dengan ISPA, namun seringkali disebabkan oleh virus influenza atau rhinovirus.
Gejalanya lebih spesifik seperti nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan yang parah.
“Bagi penderita asma, udara dingin dan kering dapat memicu serangan asma, menyebabkan sesak napas, batuk, dan mengi. Untuk hipotermia muncul ketika suhu tubuh turun drastis di bawah normal (di bawah 35 derajat celsius, red). Gejalanya bisa berupa menggigil hebat, kebingungan, bicara cadel, hingga kehilangan kesadaran. Ini adalah kondisi darurat medis,” ujarnya.
Suhu dingin menurut Susana juga dapat memperburuk sakit radang sendi atau arthritis karena memperburuk nyeri sendi pada penderita arthritis, terutama osteoarthritis dan rheumatoid arthritis.
Selain itu suhu dingin juga dapat memicu penyakit jantung dan pembuluh darah karena menyebabkan pembuluh darah menyempit, meningkatkan tekanan darah dan membuat jantung bekerja lebih keras.
Bediding
Kota Batu
suhu dingin
Susana Indahwati
TribunJatim.com
berita Kota Batu terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
Banyak Dikeluhkan Warga, Drainase di Ruas Jalan Bulukandang Pasuruan Diperbaiki |
![]() |
---|
Emil Dardak Buka Suara Soal Kekisruhan Iuran Dana Komite SMAN 1 Kampak Trenggalek, Panggil Kepsek |
![]() |
---|
Anak-anak Rentan Cacingan, Dokter Jelaskan Pentingnya Minum Obat Cacing |
![]() |
---|
Ulah Bocah Gondol Mobil Polisi Berisi Senjata Api Lalu Kabur ke Hutan, Sempat Buron |
![]() |
---|
Muhammadiyah Jatim Dukung Kementerian Haji dan Umrah: Langkah Positif dan Maju |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.