Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

PPATK Ungkap 571.410 Penerima Bansos Gemar Judi Online, Transaksi sampai Rp957 M, Mensos Kesal

571.410 rekening penerima bansos terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA
BANSOS - Ilustrasi berita Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat deposit judi online (judol) yang disetorkan penerima bantuan sosial (bansos) di Indonesia ditaksir mencapai hampir Rp1 triliun. 

TRIBUNJATIM.COM - Terungkap adanya penyalahgunaan bantuan sosial (bansos) oleh sebagian penerima.

Sebanyak 571.410 rekening penerima bansos terindikasi digunakan untuk aktivitas judi online pada tahun 2024 lalu.

Temuan ini berasal dari hasil pemadanan data antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Baca juga: Anomali Cuaca Diprediksi BMKG Bakal Terjadi sampai Oktober 2025, Musim Kemarau Tapi Ada Banjir

Dari total 28,4 juta NIK penerima bansos dan 9,7 juta NIK pemain judi online, ditemukan lebih dari setengah juta NIK yang identik.

Hal ini berarti sekitar dua persen penerima bansos juga terdaftar sebagai pemain judi online.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sedikit kesal atas fakta tersebut.

"Jadi dari penelusuran itu, kita memerlukan koordinasi dengan PPATK supaya tahu dana yang kita salurkan benar-benar dimanfaatkan atau tidak," ujar dia.

"Presiden mengizinkan kita untuk koordinasi dengan PPATK," imbuh Gus Ipul, dikutip dari Warta Kota, Selasa (8/7/2025).

PPATK mencatat sekitar 7,5 juta transaksi terkait judi online dari kelompok ini, dengan total nilai mencapai Rp957 miliar.

Gus Ipul menekankan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan baru berasal dari satu bank.

"Itu hasil sementara yang kita terima dari PPATK, nanti kita analisis dan evaluasi dahulu, kalau sudah semua kita terima datanya akan kita asesmen," ucapnya.

Dalam penyaluran bansos triwulan II tahun ini saja, Kemensos menemukan sekitar 300.000 kasus gagal salur dari sekitar tiga juta penerima.

Masalah yang muncul antara lain ketidaksesuaian nama dan NIK.

Serta lamanya seseorang menjadi penerima bantuan hingga lebih dari satu dekade.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kesal saat tahu ada 571.410 penerima bansos yang memakai uang negara untuk judi online.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kesal saat tahu ada 571.410 penerima bansos yang memakai uang negara untuk judi online. (Dok Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Menanggapi temuan ini, Kemensos melakukan evaluasi mendalam terhadap profil penerima bansos.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved