Berita Viral

Modus Petugas Desa Banyumas Diduga Tilap Uang PBB, Warga Tak Diberi Bukti usai Bayar

Kasus dugaan penggelapan yang PBB atau Pajak Bumi dan Bangunan yang dilakukan petugas desa diungkap warga.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
PPID DKI Jakarta
PENGGELAPAN UANG PBB - Foto salah satu penerima manfaat Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Elektronik (e-SPPT) PBB-P2 tahun 2022 Kota Administratif di DKI Jakarta. Dalam berita terbaru, kecurigaan serius mengenai dugaan penggelapan uang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) oleh oknum petugas desa di Banyumas mencuat ke permukaan. 

Dalam berita lain, kejadian sejumlah petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Takalar lari terbirit-birit jadi sorotan.

Rupanya disebutkan jika mereka lari meninggalkan lokasi karena didatangi wartawan.

Video yang memperlihatkan aksi mereka itu pun kini viral di media sosial.

Rekaman berdurasi 1 menit 39 detik tersebut diunggah akun Instagram @fakta.gowa dan @teropongmakassar pada Minggu (11/5/2025), dan langsung memicu reaksi dari publik.

Dalam video tersebut terlihat petugas Dishub menghentikan sebuah mobil pickup di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang, tepatnya di Jalan Poros Takalar-Jeneponto.

Operasi yang dijalankan Dishub disebut sebagai kegiatan pendataan dan pengawasan kendaraan Over Dimensi dan Overload atau ODOL.

Namun, situasi berubah ketika seorang pria yang mengenakan kaos bertuliskan 'pers' turun dari mobil dan mendatangi kendaraan yang sedang diperiksa Dishub.

Dengan tegas, pria tersebut meminta sopir pickup untuk melanjutkan perjalanan.

Respons tak terduga datang dari empat petugas operasi.

Alih-alih memberikan klarifikasi, mereka justru memilih menghentikan kegiatan dan segera meninggalkan lokasi.

"Takut ki, pergi semua," kata perempuan yang membuat video, seperti dilansir dari Tribun Timur.

Diduga penyebab petugas Dishub Takalar lari tersebut berkaitan dengan praktik pungutan liar (pungli) dalam operasi di lapangan.

Baca juga: Warga Jombang Keluhkan Tarif PBB, Rencana Revisi Aturan Pajak Daerah Dipercepat

Saat dikonfirmasi, Penanggung Jawab Operasi tersebut, Ilham, mengakui bahwa anggotanya memang melakukan pelanggaran ketentuan operasi.

Dia mengatakan, kegiatan operasi sudah selesai, tapi beberapa anggotanya masih saja melakukan razia.

Tanda operasi sudah selesai ketika papan pengumuman operasi sudah diangkat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved