Sidang Kakek Cabul di Malang
Aksi Demo Keluarga Korban Warnai Sidang Kakek Cabul di PN Malang, ini Tuntutannya
Sidang kakek cabul berinisial PBS (63) yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang) diwarnai aksi demo dari keluarga korban
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Sudarma Adi
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Kukuh Kurniawan
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sidang kakek cabul berinisial PBS (63) yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas I A Malang (PN Malang) diwarnai aksi demo keluarga korban, Senin (21/7/2025).
Dalam demonya tersebut, keluarga korban menuntut agar terdakwa PBS dihukum seberat-beratnya. Terlihat, mereka juga membentangkan poster yang bertuliskan kecaman seperti 'hukum tidak boleh melihat status sosial tetapi melihat keadilan di mata hukum atau 'kekerasan seksual bukan sekedar batas isu seksi, bentengi korban tegakkan keadilan'.
Alfina yang merupakan orang tua korban, mengaku sengaja menggelar aksi demo itu untuk menuntut keadilan.
"Kami mencari informasi sendiri dan langsung datang kesini (ke PN Malang). Harapannya, kami bisa mendapatkan keadilan seadil-adilnya," jelasnya, Senin (21/7/2025).
Baca juga: Wawali Kota Malang Sebut Rencana Penambahan Dinas Sudah Disesuaikan dengan Anggaran
Akibat ulah pelaku tersebut, ia mengaku kondisi psikis putranya yang berinisial A (12) terganggu hingga beberapa kali masuk rumah sakit jiwa.
"Anak saya masuk rumah sakit jiwa hingga 3 kali. Dan sampai sekarang, masih belum dapat mengontrol emosinya," tambahnya.
Alfina menuturkan, ada 7 anak yang menjadi korban dari perbuatan cabul terdakwa dan termasuk putranya itu yang saat kejadian masih duduk di sekolah dasar.
"Setahu kami, ada 7 anak yang menjadi korban. Dan pelaku ini adalah oknum Ketua RW serta memiliki pengaruh kuat, sehingga kami khawatir tidak dihukum berat," imbuhnya.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Malang Dewangga Kurniawan menuturkan, bahwa agenda sidang tersebut adalah jawaban terdakwa atas pembacaan restitusi sebelum nantinya berlanjut ke pembacaan tuntutan.
"Sebelumnya, restitusi ini dibacakan oleh saksi korban A dan kemudian dari perhitungan LPSK yang disampaikan PN Malang muncul angka Rp 104 juta. Dan sidang selanjutnya pada minggu depan, yaitu pembacaan tuntutan dari kami," terangnya.
Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya terdakwa PBS didakwa dengan Pasal 82 UU RI No 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak.
"Kalau dari pasal dakwaan itu, ancaman hukumannya hingga 15 tahun penjara," pungkasnya.
Baca juga: Kecelakaan di Malang, Truk Boks Ekspedisi Terguling, Hindari Tabrakan Beruntun dari Arah Berlawanan
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang kakek di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang berinisial PBS (63), ditangkap Satreskrim Polresta Malang Kota pada Jumat (3/1/2025).
Ia ditangkap lantaran telah mencabuli dua bocah laki-laki berinisial AR (11) dan AA (17).
Sidang kakek cabul
Pengadilan Negeri Kelas I A Malang
aksi demo keluarga korban
Kejari Kota Malang
Kota Malang
TribunJatim.com
| Viral Terpopuler: Daftar Gaji Pensiunan Polisi Hingga Kelakuan Bejat Pengasuh Ponpes ke Santri |
|
|---|
| Korban Meninggal dalam Kecelakaan di Gorong-gorong Margorejo Ternyata Saudara Wali Kota Surabaya |
|
|---|
| Arti Pin 168 yang Dipakai Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kini Dicari Anggota DPRD Jember |
|
|---|
| Alasan Sebenarnya ASN Bikin Video Pamer Gaji ke-13 Sambil Tunjukkan iPhone 17 dan Barang Lain |
|
|---|
| Rombongan Ibu Bentangkan Spanduk Sambil Geruduk Rumah Diduga Milik Bandar Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Keluarga-korban-menunjukkan-spanduk-kecaman-menuntut-terdakwa.jpg)