Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Patung Tikus Berdasi Buatan Warga Dilarang Ikut Karnaval, Dianggap Provokasi hingga Didatangi Polisi

Diduga, salah satu anggota polsek setempat melarang patung tikus berdasi tersebut tampil di karnaval.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Instagram/bangkalanterkini
PATUNG TIKUS BERDASI - Patung tikus berdasi milik warga Desa Telaga Biru, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang batal tampil di karnaval. Diduga, salah satu anggota polsek setempat melarang patung tersebut tampil. 

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, mengaku tak ada larangan patung tersebut tampil selama tidak mencantumkan nama perorangan.

"Tidak apa-apa (tampil di karnaval), apa dasar larangannya. Asal tidak mencantumkan nama perorangan, karena nanti bisa pencemaran nama baik," kata dia.

Di tempat lain, suasana meriah karnaval peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, mendadak berubah menjadi kericuhan. 

Sejumlah warga yang semula hadir untuk menyemarakkan acara, justru terlibat baku hantam pada Minggu (25/8/2025). 

Rekaman video berdurasi sekitar tiga menit yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa orang masih mengenakan kostum karnaval ketika adu jotos pecah.

KARNAVAL RICUH JOMBANG - Sejumlah warga yang terlibat tawuran saat karnaval peringatan HUT RI KE-80 di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur pada Minggu (24/8/2025). Para pelaku keributan masih berada di desa yang sama. 
Sejumlah warga yang terlibat tawuran saat karnaval peringatan HUT KE-80 RI di Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (24/8/2025). Para pelaku keributan masih berada di desa yang sama.  (Dok Kevin warga setempat)

Kejadian berlangsung di halaman rumah warga, disaksikan puluhan penonton yang panik dan berteriak histeris.

Upaya warga untuk melerai sempat dilakukan, namun bentrokan kecil itu kembali pecah di titik berbeda. 

Situasi baru benar-benar terkendali setelah aparat TNI tiba di lokasi dan memisahkan pihak-pihak yang bertikai.

Menurut keterangan seorang warga setempat berinisial P, insiden terjadi menjelang akhir acara. 

"Sebenarnya tinggal dua kelompok lagi yang belum tampil, tapi karena ada keributan, karnaval langsung dibubarkan oleh pak lurah," ujarnya.

Ia menambahkan, para pelaku keributan masih berasal dari desa yang sama, hanya berbeda dusun. 

"Penyebab pastinya belum jelas, tapi banyak yang bilang gara-gara pengaruh minuman keras," ungkapnya.

Baca juga: Korban Gempa Keluhkan Dana Bantuan dari BNPB Tak Kunjung Cair, 3 Bulan Tidur di Puing Rumahnya

Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Ramadhana, turut menyayangkan insiden tersebut.

Menurutnya, kegiatan karnaval setiap tahun biasanya berjalan aman. 

"Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada masalah. Kali ini entah kenapa bisa sampai terjadi," ungkapnya saat dikonfirmasi terpisah pada Senin (25/8/2025). 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved