Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Siswa SMP Diminta Iuran Rp700 Ribu untuk Laptop Kenang-kenangan, Kepsek Sebut Sumbangan Sukarela

Keluhan terkait pembayaran iuran kenang-kenangan berupa laptop menjadi sorotan netizen.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Instagram/brorondm
DUGAAN PUNGLI SEKOLAH - Tangkapan layar unggahan dugaan pungli di SMPN 1 Gumelar, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, oleh akun Instagram @brorondm. 

1. Sumbangan sebesar Rp700 ribu untuk kelas IX dan Rp400 ribu untuk kelas VII merupakan hasil dari musyawarah mufakat antara Komite Sekolah dan orang tua/wali murid masing- masing kelas.

2. Tidak ada unsur paksaan dalam pelaksanaan sumbangan tersebut.

Sifatnya sukarela dan bertujuan mendukung kegiatan pembelajaran serta kebutuhan siswa, termasuk pengadaan perangkat pendukung seperti laptop sebagai kenang-kenangan yang bermanfaat.

3. Manfaat utama dari sumbangan tersebut kembali kepada siswa, baik dalam bentuk fasilitas, dokumentasi kelulusan, maupun peningkatan layanan pembelajaran.

4. Apabila terdapat misinformasi atau miskomunikasi, sekolah membuka uang dialog dan klarifikasi secara langsung melalui pihak sekolah atau Komite Sekolah.

Menurut Waryanto, dalam rapat tersebut disampaikan pula kebutuhan sarana mendukung pelaksanaan TKA, salah satunya adalah komputer.

Pihaknya mengatakan saat itu sekolah tidak mengarahkan apa-apa.

"Diskusi dilanjutkan oleh komite sekolah, seandainya program ini berjalan maka muncul hitungan satu orang segini."

"Kelas 7 itu Rp400 ribu, kelas 9 Rp695 ribu. Angka ini muncul pada saat rapat komite, saya sifatnya hanya pendengar," ujarnya.

Baca juga: Pria Rela Bayar Rp2,5 Juta Demi Digotong Pakai Keranda, Lengkap sambil Kenakan Kafan

Waryanto memaparkan, saat ini SMPN 1 Gumelar memiliki 26 unit komputer.

Sementara, pelaksanaan TKA kelas 9, sekolah memerlukan 67 unit.

Sehingga ia menyampaikan masih kurang 41 unit.

"Total perkiraan itu Rp215 juta. Saya sampaikan sekolah ada kekurangan 41 unit. Sekolah sudah melakukan upaya, kami meminta dana aspirasi. Akan cair, insyallah Oktober 7 unit, jadinya tinggal 34."

"Dana aspirasi belum turun, kami nanti sekolah tidak terima uang tetapi unit komputer. Intinya kami sudah melakukan upaya," jelasnya kepada Tribun Banyumas, Selasa (26/8/2025).

Kegaduhan di media sosial, menurut Waryanto, kemungkinan terjadi karena miskomunikasi antara pihak sekolah, komite, dan wali murid.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved