Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Sosok Penyumbang Pesawat Pertama RI yang Buat Prabowo Berlutut, Dulu Jual Sepetak Tanah Rp100

Inilah kisah heroik Tengku Nyak Sandang bin Lamudin atau Nyak Sandang, penyumbang pertama pesawat RI.

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
TANDA KEHORMATAN - Presiden Prabowo Subianto berlutut di hadapan Teungku Nyak Sandang bin Lamudin saat memberikan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025). 

TRIBUNJATIM.COM - Sejumlah tokoh masyarakat mendapat Tanda Kehormatan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta pada Senin (25/8/2025).

Penganugerahan tanda kehormatan diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu sosok yang mendapatkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama adalah Tengku Nyak Sandang bin Lamudin atau Nyak Sandang.

Ia mendapat sorotan lantaran saat pemberian tanda kehormatan, Prabowo sampai berlutut.

Lantas siapa Tengku Nyak Sandang tersebut? bagaimana kisahnya?

Baca juga: Sosok Bebizie Minta Maaf Pamer Liburan ke Eropa, Anggota DPR Lulusan SMA, Terkenal Penyanyi Dangdut

Kisah Tengku Nyak Sandang: Penyumbang Pesawat Pertama RI

Pria kelahiran Aceh ini hadir langsung menerima tanda kehormatan dari Prabowo di Istana.

Nyak Sandang hadir menggunakan kursi roda dibantu keluarga.

Melansir laman Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, Nyak Sandang dinilai berjasa besar dalam bidang perjuangan kemerdekaan dan kemandirian transportasi udara nasional.

Ia rela mengorbankan harta pribadi berupa tanah dan emas untuk ikut menyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001.

Nyak Sandang menyumbangkan 1 petak sawah seharga Rp100 pada 1950 untuk membeli pesawat yang menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia.

Baca juga: Sosok Warga Berpenyakit Aneh yang Bikin Gubernur Turun Tangan, Baru Diurus Setelah 40 Tahun Berlalu

Presiden Prabowo Subianto berlutut di hadapan Teungku Nyak Sandang bin Lamudin saat memberikan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025).
Presiden Prabowo Subianto berlutut di hadapan Teungku Nyak Sandang bin Lamudin saat memberikan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (25/8/2025). (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Kakek asal Aceh Jaya itu masih ingat betul proses penggalangan dana untuk pembelian alat transportasi udara itu.

Ajakan membeli pesawat muncul setelah Gubernur Aceh dan Gubernur Militer kala itu Abu Daud Beureueh berceramah di halaman masjid di Calang, Aceh Jaya.

Semua masyarakat ketika itu dengan suka cita datang ke lokasi untuk mendengar pidato orang nomor satu di Tanah Rencong.

Dalam pidatonya yang menggebu-gebu, Daud membakar semangat warga dan mengungkapkan Indonesia merupakan negara milik rakyat.

Daud menyampaikan pasca kemerdekaan, Indonesia membutuhkan pesawat agar mudah berhubungan dengan negara luar. 

Baca juga: Sosok Jaja Miharja Tahan Tangis Dapat Penghargaan dari Presiden Prabowo, Pemilik Jargon Apaan Tuh

Jual Sepetak Tanah Rp100

Nyak Sandang dan ayahnya kemudian menjual sepetak tanah seharga Rp 100.

Tanah itu sejatinya laku dijual Rp 200 namun dia menjual buru-buru agar segera mempunyai uang. 

Hasil penjualan tersebut kemudian diserahkan kepada negara yang kemudian oleh Presiden Soekarno dibelikan pesawat Seulawah RI-001.

Kala itu, usia Kakek Sandang yang masih 23 tahun menerima obligasi sebagai bukti telah menyerahkan uang pada negara.

Daud Beureueh waktu itu sempat berjanji dalam waktu 40 tahun masyarakat akan mendapat hadiah atau imbalan.

Selain menyumbang, Kakek Sandang juga ikut berjuang melawan penjajah dan bertugas sebagai pasukan pengintai. 

Sebagai kepala kelompok, Sandang bertanggung jawab penuh untuk pemantauan.

Jika kapal Belanda muncul, dia segera mengabari pasukan lain yang bertahan di atas Puncak Gureutee di Aceh Jaya, Aceh.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com

Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved