Berita Viral
Ulah Bocah Gondol Mobil Polisi Berisi Senjata Api Lalu Kabur ke Hutan, Sempat Buron
Kelakuan bocah nekat bawa kabur mobil polisi lalu kabur ke hutan. Pelaku sempat buron hingga akhirnya ditangkap polisi.
TRIBUNJATIM.COM - Aksi nekat anak di bawah umur gondol mobil dinas reskrim yang terdapat senjata api di dalamnya.
Peristiwa itu terjadi di Polsek Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Dalam mobil yang dibawa kabur itu tersimpan senjata api dinas jenis SS1.
Peristiwa itu berawal pada Selasa (19/8/2025).
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, menjelaskan awalnya seorang warga melaporkan mobil Toyota Calya kuning yang terparkir dalam kondisi rusak di pinggir jalan Desa Mamara, Kecamatan Walenrang Utara.
Baca juga: Polisi Ungkap 3 Kasus Pencurian di Malang, Satu di Antaranya Maling Mobil Teman
Mobil itu, sambung Adnan, sudah dibiarkan tiga hari hingga menimbulkan kecurigaan.
“Petugas kemudian memindahkan mobil tersebut ke Polsek Walenrang. Pemiliknya juga ikut dibawa untuk diperiksa identitasnya, karena dicurigai ada sesuatu yang tidak beres,” jelasnya, Rabu (27/8/2025).
Namun, karena belum ditemukan adanya tindak pidana, anak tersebut hanya diminta beristirahat di Polsek.
Kata Adnan, rencananya, polisi akan menghubungi orang tuanya di Parepare.
Pagi harinya, sekitar pukul 07.00 WITA, situasi berubah.
Menurut Adnan, anak itu diduga kabur dengan membawa mobil operasional reskrim yang kebetulan kuncinya diletakkan di atas meja Kanit Reskrim.
“Di dalam mobil tersebut terdapat senjata dinas SS1 berikut magazennya,” ungkapnya.
Setelah beberapa hari buron, keberadaan anak itu terdeteksi di Jl. Trans Sulawesi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (24/8/2025) dini hari.
Saat akan ditangkap, ia meninggalkan mobil dan melarikan diri ke hutan.
Polisi berhasil mengamankan mobil bersama senjata yang masih dalam kondisi lengkap.
Setelah pencarian lima jam, anak tersebut akhirnya ditangkap di hutan Kecamatan Bungku Tengah, Morowali.
“Pelaku masih anak di bawah umur dan tidak bersekolah. Identitasnya tidak bisa kami sebutkan,” tegas alumni Akpol 2004 itu.
Adnan menambahkan, sejak awal polisi hanya berniat membantu anak itu agar tidak mengalami hal buruk di kampung orang, mengingat mobilnya sudah berhari-hari terparkir di jalan.
Kasus anak di bawah umur yang membawa kabur mobil dinas polisi di Luwu dinilai tak bisa dilepaskan dari faktor sosial dan pendidikan.
Sosiolog Universitas Negeri Makassar (UNM), Idham Irwansyah, menjelaskan perilaku menyimpang pada remaja umumnya dipengaruhi oleh faktor struktural, ekonomi, keluarga, hingga lingkungan sosial.
Faktor psikologis juga berperan, terutama di usia remaja yang masih dalam proses pencarian jati diri.
“Informasi yang kita tahu sejauh ini adalah pelaku seorang anak di bawah umur dan tidak bersekolah. Kondisi tidak bersekolah membuat akses terhadap norma sosial, norma hukum, dan keterampilan non-teknis menjadi sangat terbatas,” kata Idham, Rabu (27/8/2025).
Menurutnya, sekolah berfungsi sebagai institusi kontrol sosial primer yang menanamkan nilai kolektif dan melatih kepatuhan terhadap aturan.
Tanpa pendidikan formal, anak kehilangan proses internalisasi norma, termasuk larangan mencuri.
Selain itu, pendidikan juga membuka jalur legitimasi ekonomi dan jaringan pekerjaan.
"Ketika pintu itu tertutup, jalan pintas seperti tindakan melanggar hukum seringkali jadi pilihan,” jelasnya.
Idham menambahkan, kondisi anak yang tidak bersekolah kerap berkaitan dengan keluarga yang tidak utuh atau broken home.
Termasuk lemahnya pengawasan orang tua, atau faktor ekonomi.
Kurangnya kontrol sosial internal membuat perilaku menyimpang lebih mudah muncul, apalagi jika lingkungan sekitar justru menampilkan contoh perilaku melawan hukum.
“Kalau di sekitar rumah ada figur atau role model yang sering melanggar aturan, anak bisa menirunya. Itu makin diperkuat oleh tekanan psikologis khas usia remaja,” tandasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com
Imbas Kasus Keracunan Massal MBG, Sejumlah Guru Tak Mau Cicipi Makanan Meski sudah Diperintah |
![]() |
---|
'Lihat Ma Aku Bakar Rumahmu' Pemuda Bakar Rumah Ibu Imbas Kesal Tak Diberi Uang Rp 240 Ribu |
![]() |
---|
Saling Bantah Alasan soal Patung Tikus Berdasi Batal Tampil di Karnaval HUT Kemerdekaan |
![]() |
---|
Patung Tikus Berdasi Buatan Warga Dilarang Ikut Karnaval, Dianggap Provokasi hingga Didatangi Polisi |
![]() |
---|
18 Tahun Lalu Tak Direstui karena Miskin, Sherly Kini Usir Mertua setelah Kaya: Bukan Menantumu Lagi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.