Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ketua DPRD Sidoarjo Geram Ada Balita Meninggal Gegara Rujukan Terkendala Pembayaran Biaya Perawatan

Ketua DPRD Sidoarjo geram ada balita meninggal gara-gara rujukan terkendala pembayaran biaya perawatan: Padahal Sidoarjo sudah menerapkan UHC.

Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
HEARING - Suasana hearing yang mempertemukan keluarga Hanania Fatin Majida, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan Klinik Siaga Medika Sidoarjo yang digelar di Gedung DPRD Sidoarjo, Kamis (28/8/2025). Hanania meninggal usai dirawat di Klinik Siaga Medika Sidoarjo, dan kesulitan mendapat rujukan. 

“Pas kami mau minta rujukan itu, disuruh membayar biaya perawatan,” ungkap Nur Aini.

Biayanya sekira Rp 3 juta.

Lantaran tidak punya uang, pihak keluarga diminta menjaminkan Kartu Keluarga (KK) Asli kepada Klinik Siaga Medika.

Setelah itu pasien baru mendapatkan surat rujukan ke RSUD Sidoarjo.

Baca juga: Bayar Sunat Ring Rp 800 Ribu, Ibu Curiga Anaknya Jadi Korban Malapraktik: Perawatnya Memaksakan

Tapi karena kondisi pasien sudah drop, nyawa bocah itu tidak terselematkan.

Hanania meninggal dunia setelah sekira 12 jam mendapat perawatan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.

Orang tua dan keluarga pun syok berat dengan peristiwa ini.

Sementara KK yang sempat ditahan sebagai jaminan itu, baru dikembalikan oleh pihak klinik ke keluarga pasien saat hearing di dewan.

Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih yang memimpin langsung hearing tersebut terlihat geram dengan peristiwa ini.

Pihaknya menilai, tindakan yang dilakukan klinik tidak manusiawi.

Di Kabupaten Sidoarjo sudah menerapkan UHC (Universal Health Coverage atau Cakupan Kesehatan Semesta), sehingga siapapun yang ber-KTP Sidoarjo bisa mendapat pelayanan kesehatan secara gratis.

DPRD Sidoarjo pun merekomendasikan Dinas Kesehatan untuk melakukan investigasi terkait peristiwa ini.

"Kami ingin ada kepastian, apakah ada cacat prosedur atau tidak yang dilakukan Klinik Siaga Medika ini. Kami meminta Dinas Kesehatan turun untuk melakukan investigasi menyeluruh, supaya semuanya jelas dan terbuka," tegas Abdillah Nasih.

Dewan menilai peristiwa ini sangat memilukan.

Ada anak yang sampai meninggal dunia gara-gara proses rujukannya terkendala pembayaran biaya perawatan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved