Ketua DPRD Sidoarjo Geram Ada Balita Meninggal Gegara Rujukan Terkendala Pembayaran Biaya Perawatan
Ketua DPRD Sidoarjo geram ada balita meninggal gara-gara rujukan terkendala pembayaran biaya perawatan: Padahal Sidoarjo sudah menerapkan UHC.
Penulis: M Taufik | Editor: Dwi Prastika
“Pas kami mau minta rujukan itu, disuruh membayar biaya perawatan,” ungkap Nur Aini.
Biayanya sekira Rp 3 juta.
Lantaran tidak punya uang, pihak keluarga diminta menjaminkan Kartu Keluarga (KK) Asli kepada Klinik Siaga Medika.
Setelah itu pasien baru mendapatkan surat rujukan ke RSUD Sidoarjo.
Baca juga: Bayar Sunat Ring Rp 800 Ribu, Ibu Curiga Anaknya Jadi Korban Malapraktik: Perawatnya Memaksakan
Tapi karena kondisi pasien sudah drop, nyawa bocah itu tidak terselematkan.
Hanania meninggal dunia setelah sekira 12 jam mendapat perawatan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo.
Orang tua dan keluarga pun syok berat dengan peristiwa ini.
Sementara KK yang sempat ditahan sebagai jaminan itu, baru dikembalikan oleh pihak klinik ke keluarga pasien saat hearing di dewan.
Ketua DPRD Sidoarjo, Abdillah Nasih yang memimpin langsung hearing tersebut terlihat geram dengan peristiwa ini.
Pihaknya menilai, tindakan yang dilakukan klinik tidak manusiawi.
Di Kabupaten Sidoarjo sudah menerapkan UHC (Universal Health Coverage atau Cakupan Kesehatan Semesta), sehingga siapapun yang ber-KTP Sidoarjo bisa mendapat pelayanan kesehatan secara gratis.
DPRD Sidoarjo pun merekomendasikan Dinas Kesehatan untuk melakukan investigasi terkait peristiwa ini.
"Kami ingin ada kepastian, apakah ada cacat prosedur atau tidak yang dilakukan Klinik Siaga Medika ini. Kami meminta Dinas Kesehatan turun untuk melakukan investigasi menyeluruh, supaya semuanya jelas dan terbuka," tegas Abdillah Nasih.
Dewan menilai peristiwa ini sangat memilukan.
Ada anak yang sampai meninggal dunia gara-gara proses rujukannya terkendala pembayaran biaya perawatan.
Klinik Siaga Medika Sidoarjo
BPJS Kesehatan
Kecamatan Porong
Sidoarjo
Abdillah Nasih
TribunJatim.com
Berita Sidoarjo Terkini
Tribun Jatim
berita Jatim terkini
Dianggap Ada Kebocoran, Pemerintah Desa Dempelan Madiun Layangkan Surat Audit ke Inspektorat |
![]() |
---|
Pencurian Pikap di Lumajang Terlacak GPS, Satu Pelaku Tertangkap, Dua Masih Diburu Polisi |
![]() |
---|
Pasha Ungu Diam Tak Ikut Joget Anggota DPR karena Malu Ada Presiden, Jaga Etika |
![]() |
---|
Kementerian Haji dan Umroh Terbentuk, Kemenag Ponorogo Sebut Siap Jika Pegawai 'Bedol Kantor' |
![]() |
---|
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Siap Kawal Tuntutan Buruh ke Pusat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.