TRIBUNATIM, JOMBANG - Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah memprotes pernyataan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, sebab dinilai mengintervensi kasus dugaan pencabulan santriwati dengan tersangka MSA (39), putra kiai Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Selain itu, Bupati Mundjidah dianggap tendensius dalam merespos kasus dugaan pencabulan dengan tersangka MSA.
Aksi protes itu ditunjukkan dengan aksi demo dan doa bersama yang dilakukan di Alun-alun Jombang, Senin (20/1/2020) siang.
Demontrasi itu dilakukan sekitar 800 orang, warga Thoriqoh Shiddiqiyyah.
• Rekrutmen Pemain Liga 1 Tanpa Tes Kesehatan Dulu, Begini Cara Arema FC Bila Kedapatan Anggota Cedera
• VIRAL Kisah Jenazah Pelaut Enrekang Dibuang ke Laut, Ada Penyakit, Keluarga Pasrah: Sulit Diwujudkan
Massa aksi membentuk barisan dengan membentangkan puluhan poster dan spanduk bertuliskan berbagai macam protes dan kecaman ke berbagai pihak, termasuk ke media.
Aksi damai dan doa bersama diawali denngan menyanyikan bersama-sama lagu Indonesia Raya (dalam tiga stanza). Setelah itu, beberapa peserta aksi satu demi satu berorasi.
"Dalam banyak kasus sulit, polisi kerap meminta bantuan mursyid kami. Namun saat putra 'mursyid' (ketua tarikat) dilaporkan ke polisi, beliau tak pernah diminta keterangannya. Padahal laporan itu fitnah!" cetus seorang pendemo melalui pengeras suara.
• Pasang Banner Fotonya & Eri Cahyadi, Armuji Yakin Eri Adalah Orang yang Ditunjuk Tri Rismaharini
• VIRAL Banjir di Darmo Park Mayjen Sungkono, DPRD Panggil Dinas PU Surabaya: Minta Penjelasan
Beberapa perwakilan massa kemudan diterima Pemkab Jombang di Ruang Swagata Pendopo Kabupaten. Proses audiensi berjalan selama sekitar satu jam, tertutup dari wartawan.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Shiddiqiyyah hanya ditemui Asisten 1 Sekdakab, Anwar didampingi beberapa pejabat. Bupati Mundjidah tidak menemui, karena sedang berada di Jakarta.
Usai pertemuan, Humas Thoriqoh Shiddiqiyyah, Muchammad Soleh mengatakan, ada tiga tuntutan yang disampaikan kepada Pemkab Jombang.
• 3 Cara Mengolah Kue Keranjang Jadi Lebih Variatif, Hidangan Khas Imlek 2020 untuk Tahun Baru China
• Pria Surabaya Gasak Motor Ojol saat Antar Pesanan, Merengek ke Hakim Setelah Dituntut 10 Bulan
"Yakni kami harap Bupati tidak mengintervensi hukum. Kedua bupati harus netral. Dan yang ketiga, kami minta bupati minta maaf kepada warga Shiddiqiyyah atas muatan di media yang tendensius dan cenderung menekan penegak hukum dalam kasus ini," terang Soleh.
Menurutnya, dalam liputan media massa beberapa waktu lalu, Bupati Jombang Mundjidah telah minta agar kasus dugaan pencabulan ini segera diselesaikan.
"Ini kami anggap suatu statement yang tendensius dan mempunyai pressure ke proses hukum yang berlaku," terangnya.
• 7 Dekorasi untuk Meriahkan Tahun Baru Imlek 2020, Karakter Fu Terbalik hingga Door Couplets
• Chord & Kunci Gitar Memories Maroon 5, Dimainkan dari Kunci G, Mudah untuk Pemula
Disinggung mengenai kasus yang kini sudah diambil alih oleh Polda Jatim, Soleh mengaku telah mempersiapkan tim khusus di internal pondok untuk menentukan langkah yang akan mereka tempuh nantinya.
"Tentunya kami akan libatkan tim penasihat hukumnya untuk ini," bebernya.
Ditanya mengapa tersangka MSA dua kali tidak memenuhi panggilan polisi, Soleh enggan memberikan komentar panjang lebar.
• Upayakan Lulusan SMA dan SMK Siap Kerja, Kepala Dindik Jatim Sarankan Pemetan Sejak Kelas 10
• Atasi 10 Ribu Pelanggan Terdampak Krisis Air Bersih, PDAM Kota Malang Terapkan Rekayasa Hidrolik
Namun dia tetap menyangkal atau menampik semua tudingan yang mengarah ke putra 'mursyid' Thoriqoh Shiddiqiyyah dan pengasuh Pesantren Majma’al Bahrain Hubbul Waton Minal Iman Shiddiqiyyah tersebut.
"Soal proses hukum, kami tidak bisa berikan klarifikasi lebih jauh, bukan wewenang saya. Namun itu menurut kami ada upaya pencemaran nama baik dan menjatuhkan nama Shiddiqiyyah," ungkapnya.
Asisten I Sekdakab Jombang Anwar mengatakan, seluruh aspirasi itu telah diterima dan akan disampaikan ke Bupati Mundjidah Wahab.
• Semaraknya Batik Chic Sambut Imlek, Paduan Batik dan Motif Khas Peranakan Hasilkan Busana Unik
• GEGER Warga di Sumenep Temukan Ular Sanca 3 Meter & Kobra, Muncul di Saluran Irigasi Pasca Hujan
"Bupati tengah di Jakarta ada tugas lain, wakil bupati juga ada kegiatan dan sekda ada rapat. Namun semua aspirasi sudah kami terima dan akan kami sampaikan," terang Anwar.
Diberitakan beberapa kali, kasus dugaan pencabulan seksual MSA mencuat setelah dilaporkan oleh santriwatiny, NA asal Jawa Tengah ke Polres Jombang, November 2019.
Polisi lantas menyelidiki hingga akhirnya menetapkan MSA sebagai tersangka.
Namun, sampai saat ini tersangka belum diperiksa lantaran dua kali tak memenuhi panggilan polisi, tanpa alasan jelas.
Perkembangan terbaru, Rabu (15/1/2020) penanganan perkara asusila dengan tersangka MSA (39) diambil alih oleh Ditreskrimum Polda Jawa Timur. (Sutono)