Sejalan dengan aspirasi itu, Willstar memaparkan, Pemerintah Kota Malang mempunyai beberapa langkah terkait bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi maupun industri kreatif. Khususnya Pengembangan Ekonomi Kreatif Malang.
"Yang pertama Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Wakilnya, Sofyan Edi, sangat fokus terkait dengan penguatan ekonomi kreatif di Kota Malang. Ini bisa ditunjukan dengan Perda nomor 1 tahun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2018 - 2023," jelasnya.
Misi kedua pemimpin tersebut sangat tegas dalam mewujudkan kota yang produktif, dan berdaya saing berbasis ekonomi kreatif, keberlanjutan dan keterpaduan. Kota Malang ingin dibangun dan dikuatkan sektor ekonomi berbasis ekonomi kreatif.
Apalagi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan, ekonomi kreatif menjadi salah satu punggung perekonomian nasional
Ini menjadi sebuah catatan yang penting bagi malang untuk mengambil peran di Indonesia sebagai penguatan ekonomi kreatif.
"Dengan berdasarkan perda tersebut kami juga telah menyusun Perwali 12 tahun 2018 tentang Roadmap Ekonomi Kreatif Kota Malang. Yang membedakan perwali ini adalah, pada saat menyusun kami mengundang stakeholder yang terkait. Baik itu dari akademisi, pelaku usaha, dan pemerintahan untuk merumuskan hal hal, permasalahan, serta solusi apa yang harus dilakukan, siapa, kapan dan bagaimana caranya," terangnya.
Baca juga: Jalan Tol KLBM Siap Operasional, Waskita Bumi Wira Hanya Tunggu Jawaban dari BPJT
Baca juga: Insiden Main TikTok di Kolam Renang, Adik Ditinggal Tewas Terpeleset, Kakak Menyesal Sepanjang Hidup
Sehingga, lanjut Willstar, menjadikan pemerintah sungguh-sungguh menguatkan ekonomi kreatif menjadi salah satu tulang perekonomian di Kota Malang.
"Dan Itu juga bagian dari pembentukan The Future Of Malang dalam membentuk Malang Creative, Malang Halal, Malang Heritage, Malang 4.0, hingga Malang Nyaman dan Malang Service. Menjadi sebuah tantangan bagi pemerintah untuk berkolaborasi dan bersinergi mewujudkan hal tersebut," paparnya.
Selain itu, di tahun 2020 2021 Pemkot melakukan penguatan sdm berbasis industri sertifikasi produk dan jasa yang berkualitas. Supaya meningkatkan level dalam menghasilkan produk yang bisa dijual dan dinikmati masyarakat luas. Nantinya, target pada tahun kedepan, malang menjadi terkenal secara mendunia.
"Ketertarikan korporasi global untuk berinvestasi tahun depan dengan penguatan sdm yang berkualitas. Makanya, Kami sangat membutuhkan dukungan dan kontribusi dari teman teman komunitas untuk menguatkan industri bersama sama. Dengan Sdm, produk dan kemampuan berkualitas, bisa meraih apa yang kita inginkan," ucapnya.
Dengan melalui sebuah proses dan bersinergi. Serta difasilitasi kementerian melalui Badan Ekonomi Kreatif, bersama Tim Developer Malang dan Sektor Pendidikan. Tercipta sebuah buku tentang pedoman kebutuhan penguasaan teknik berbasis industri aplikasi dan pengembang permainan.
"Kami bersyukur 75 persen kampus menyetujui sebagai materi pembelajaran dalam sebuah perkuliahan supaya sdm nanti sudah siap masuk ke dalam industri digital. sekat sekat yang terpisah sudah bisa masuk dan berkolaborasi bersama," ujarnya.
"Apalagi Badan Ekonomi Kreatif telah mengumumkan 10 kabupaten kota kreatif indonesia tahun 2019. salah satunya malang yang menetapkan aplikasi dan games sebagai subsektor unggulan ekonomi kreatif. salah satu pembuktian bahwa kami terus berproses. memang ada pr besar produk kita bukan hanya dikenal di malang tapi secara luas dan dunia," sambungnya.
Pemerintah daerah bukan hanya sebagai fasilitator. Tapi juga sebagai akselerator demi mewujudkan Malang Digital kota industri kreatif bisa terus berjalan.
Pemkot Malang terbuka dengan segala masukan, saran, atau pesan. Willstar harap bisa menggandeng semua stakeholder mari membangun bersama sama Kota Malang.
Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Pipin Tri Anjani