Pihak keluarga juga sudah mengaku ikhlas atas kepergian Anik untuk selamanya.
"Ya mau bagaimana lagi, namanya umur kan tidak ada yang tahu, tapi kalau perantaranya ya itu (sound horeg), tapi saya ya ikhlas karena sudah takdirnya," ujar Mujiarto, suami korban.
Baca juga: Jerit Pengusaha setelah Sound Horeg Difatwakan Haram oleh MUI, Dulu Kebanjiran Order Kini Sepi
Komentar Keluarga
Mujiarto, suami korban, mengatakan bahwa saat itu istrinya tengah menonton karnaval sound horeg di desanya.
Saat tengah menonton dan mengabadikan momen dengan telepon genggamnya, tiba-tiba sang istri tersungkur dan tidak sadarkan diri.
Mujiarto mengatakan, istrinya memang menyukai sound horeg, sehingga rela mendatangi tempat yang dilalui karnaval sound horeg.
"Awal mulanya ya jam 9 malam, habis Isya, istri saya nonton sambil rekam video, ya senang memang," kata Mujiarto di rumahnya, Minggu (3/8/2025).
Mujiarto mengungkapkan, saat kejadian, kondisi istrinya dalam keadaan sehat.
Tidak seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial yang menyebut Anik menderita penyakit jantung.
"Kondisi istri saya sehat bugar," ujarnya.
Mujiarto menyebut, saat itu suara sound-nya memang keras.
Bahkan, ia menyebut, suaranya membahayakan.
"Suara sound-nya memang keras, kalau dibilang nggak bahaya ya enggak masuk akal," katanya.
Meski begitu, Mujiarto mengaku keluarga sudah ikhlas atas meninggalnya Anik.
"Ya mau bagaimana lagi, namanya umur kan nggak ada yang tahu, tapi kalau perantaranya ya itu (sound horeg), tapi saya ya ikhlas karena sudah takdirnya," ucap dia.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews Tribunjatim.com