Ramadan 2026
Ramadan di Lapas Banyuwangi, Napi Tadarus Pakai Al Quran Raksasa Buatan Sendiri
Suasana Ramadan di Lapas Kelas IIA Banyuwangi tahun ini terasa berbeda.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Tiga narapidana Lapas Kelas IIA Banyuwangi membuat Al-Qur’an berukuran besar setinggi sekitar 1 meter yang digunakan untuk tadarus selama Ramadan.
- Proses penulisan Al-Qur’an tersebut berlangsung sekitar 10 bulan, dimulai sejak Ramadan tahun lalu hingga Ramadan tahun ini.
- Naskah Al-Qur’an raksasa itu telah melalui proses tashih oleh Pondok Pesantren Nur Cahaya Tarbiyatul Quran untuk memastikan keakuratan ayat sebelum digunakan.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Suasana Ramadan di Lapas Kelas IIA Banyuwangi tahun ini terasa berbeda.
Para narapidana di lapas tersebut kini memiliki Al-Quran raksasa setinggi satu meter yang digunakan untuk kegiatan tadarus bersama.
Menariknya, Al-Quran raksasa itu bukan karya seniman profesional, melainkan buatan tiga napi di lapas tersebut.
Proses pembuatan Al-Quran besar itu telah berlangsung sejak sekitar setahun lalu.
Setiap hari, tiga warga binaan menorehkan tinta di atas kertas besar untuk merampungkan penulisan ayat-ayat Tuhan itu.
Setelah jadi, Al-Quran besar itu menjadi salah satu sarana utama dalam bertadarus selama Bulan Suci.
Baca juga: Adukan Perusahaan yang PHK Karyawan sebelum Ramadan Agar Tak Bayar THR, Pekerja Tak Jadi Dipecat
Al-Quran besar itu dibuat dalam program pembinaan berbasis pondok pesantren di Lapas Banyuwangi tahun lalu.
Yang menarik, tiga warga binaan yang terlibat awalnya sama sekali tidak memiliki dasar ilmu menulis Al-Qur'an maupun kaligrafi.
Kemampuan tersebut mereka dapatkan melalui bimbingan intensif hasil kerja sama Lapas dengan pengrajin kaligrafi profesional.
Kepala Lapas (Kalapas) Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan, proses pengerjaan Al-Quran raksasa ini memakan waktu kurang lebih 10 bulan.
Penulisan dimulai sejak momentum Ramadan tahun lalu dan diselesaikan pada Ramadan tahun ini.
"Al-Quran ini adalah bukti keberhasilan pembinaan berbasis pondok pesantren kami. Meskipun para penulisnya berangkat dari nol tanpa keahlian kaligrafi, berkat ketekunan dan bimbingan pengrajin yang kami hadirkan, mereka mampu melahirkan mahakarya yang luar biasa ini," ujar Wayan, Kamis (5/3/2026).
Wayan menyebut, aspek akurasi ayat menjadi prioritas mutlak. Sebelum digunakan secara resmi, naskah tersebut telah melalui proses tashih atau pemeriksaan mendalam oleh Pondok Pesantren Nur Cahaya Tarbiyatul Quran.
Ramadan 2026
Alquran raksasa
Al-Quran raksasa
Lapas Kelas IIA Banyuwangi
Lapas Banyuwangi
I Wayan Nurasta Wibawa
| Parade Oklik Semarakkan Malam 29 Ramadan di Bojonegoro, 1.100 Obor Dinyalakan |
|
|---|
| Gubernur Khofifah Belanja Bandeng Kawak di Pasar Bandeng Gresik: Rekomendasi Pemudik |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadan yang Diajarkan Rasulullah SAW Lengkap dengan Terjemahannya |
|
|---|
| Ciri-ciri Orang Mendapat Lailatul Qadar Ramadan 1447 H/2026 Menurut Buya Yahya |
|
|---|
| Cara Karyawan Freeport Indonesia Meriahkan Ramadan, Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Narapidana-Lapas-Banyuwangi-bertadarus-menggunakan-Al-Quran-besar.jpg)