Silaturahmi Akbar PCNU Banyuwangi Dihadiri 1.200 Nahdliyin, Serukan Persatuan Umat

PCNU Banyuwangi menggelar silaturahmi akbar yang diikuti oleh lebih dari seribu nahdliyin, pejabat, dan tokoh masyarakat, Jumat (13/3/2025).

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
SILATURAHMI AKBAR - PCNU Banyuwangi menggelar silaturahmi akbar yang diikuti oleh lebih dari seribu nahdliyin, pejabat, dan tokoh masyarakat, Jumat (13/3/2025). Digelar bersamaan dengan buka bersama di halaman kantor PCNU Banyuwangi, silaturahmi akbar itu mengajak para nahdliyin untuk bersatu dan bersama. 

 

Ringkasan Berita:
  • Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi menggelar Silaturahmi Akbar yang diikuti sekitar 1.200 nahdliyin dan tokoh masyarakat di Kabupaten Banyuwangi.
  • Kegiatan digelar bersamaan dengan buka puasa bersama di halaman kantor PCNU Banyuwangi.
  • Ketua PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi mengajak warga NU memperkuat kebersamaan dan khidmah tanpa kepentingan pribadi.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - PCNU Banyuwangi menggelar silaturahmi akbar yang diikuti oleh lebih dari seribu nahdliyin, pejabat, dan tokoh masyarakat, Jumat (13/3/2025).

Digelar bersamaan dengan buka bersama di halaman kantor PCNU Banyuwangi, silaturahmi akbar itu mengajak para nahdliyin untuk bersatu dan bersama.

Silaturahmi akbar tersebut dihadiri oleh para pengurus PCNU, MWC, hingga ranting se-Kabupaten Banyuwangi. Turut hadir juga Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, jajaran Forkopimda, dan para tokoh politik dan masyarakat.

Ketua PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi mengatakan, kebersamaan warga NU merupakan kebersamaan yang mutlak dan tanpa tendensi.

"Kebersamaan di Nahdlatul Ulama adalah kebersamaan yang dilandasi keikhlasan, kebersamaan yang berasal dari hati," kata dia.

Baca juga: Perkuat Soliditas, 1.200 Nahdliyin Hadiri Silaturahim Akbar PCNU Banyuwangi: Khidmah Tanpa Tendensi

Ia mengajak warga NU di Banyuwangi untuk berkhidmah. Warga NU, kata dia, harus melepaskan kepentingan pribadi dalam organisasi.

"Maka kebersamaan yang absolut ini harus benar-benar kita pahami. Kita harus memahami satu sama lain. Ranting memiliki tugas kewilayahan, MWC juga demikian, begitu pula PCNU. Jika kita saling memahami tugas dan fungsi masing-masing, Insyaallah tidak akan terjadi kegaduhan," sambungnya.

Menurutnya, kebersamaan itu juga harus diwujudkan dalam bentuk persatuan. Persatuan yang dimaksud merupakan komitmen dan konsistensi untuk berkhidmah di NU.

Baca juga: PCNU Banyuwangi Siapkan Silaturahmi Akbar yang Dihadiri 1.200 Undangan

"Pertemuan Ini adalah sebuah permulaan. Ke depan, soliditas dan konsolidasi organisasi, dari ranting sampai cabang, akan terus kita lakukan," sambungnya.

Ia berharap, program-program NU di Banyuwangi dapat berjalan baik dan menyentuh hingga lapisan paling bawah. Sehingga kehadiran NU dapat dirasakan oleh warga nahdliyin.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menambahkan, pemkab mengapresiasi upaya NU di Banyuwangi dalam penjaga nilai-nilai keagamaan, penguat sosial masyarakat, dan mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.

"NU adalah rumah besar umat, tempat nilai-nilai Islam dijaga dan dirawat dengan penuh kebijaksanaan, dengan keseimbangan antara tradisi dan kemajuan zaman," ungkap Mujiono.

Ia mengatakan, NU di Banyuwangi tumbuh kuat melalui pesantren, kiai, santri, dan masyarakat yang terus menjaga tradisi serta merawat kerukunan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved