Kelola Sampah Sirkular, Program Banyuwangi Hijau Telah Layani 23.410 Rumah Tangga di 73 Desa

TPS 3R Balak Kecamatan Songgon yang jadi stasiun pengolahan sampah di Program Banyuwangi Hijau telah menerima lebih dari 14.145 ton sampah.

Tayang:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Alga W
Dok Pemkab Banyuwangi
SAMPAH - Pemilahan dan pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten Banyuwangi yang terlayani oleh program Banyuwangi Hijau. Saat ini, ada 23.410 rumah tangga dari 73 desa di Banyuwangi yang bergabung program pengelolaan sampah ramah lingkungan ini. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari warga.

Saat ini, ada 23.410 rumah tangga dari 73 desa di Banyuwangi yang bergabung dalam program pengelolaan sampah ramah lingkungan ini.

Baca juga: 45 Ribu Penumpang Padati Kereta Api di Wilayah Daop 7 Madiun selama Libur Kenaikan Yesus Kristus

Program Banyuwangi Hijau adalah pengelolaan sampah yang dilakukan ramah lingkungan.

Salah satunya dengan cara mendirikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di sejumlah lokasi.

Sejak diimplementasikan tahun 2023, Program Banyuwangi Hijau menunjukkan perkembangan dalam penguatan layanan pengelolaan sampah berbasis kawasan dan masyarakat.

Hingga Mei 2026, program ini telah menjangkau 73 desa dengan cakupan layanan kepada 23.410 rumah tangga atau sekitar 500.000 jiwa penduduk.

Selain itu, fasilitas TPS 3R Balak Kecamatan Songgon yang menjadi stasiun pengolahan sampah di Program Banyuwangi Hijau telah menerima lebih dari 14.145 ton sampah sejak awal operasional dengan dukungan 91 tenaga kerja.

Dengan pengelolaan sampah anorganik sebanyak 652 ton dan sampah organik sebanyak 455 ton.

"Capaian tersebut menunjukkan terus meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber serta penguatan sistem layanan persampahan terpadu di tingkat desa dan kawasan," kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (14/5/2026).

Ipuk mengaku terus mendorong agar desa terus mendukung program ini.

Sampah rumah tangga dari warga desa tidak hanya dibakar atau dibuang ke sungai, tapi dikumpulkan, dipilah dan dibawa ke TPS 3R oleh petugas.

"Terima kasih untuk dukungan warga atas program ini. Ini akan mengurangi volume sampah di TPA sekaligus mengurangi sampah laut," kata Ipuk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Dwi Handayani menambahkan capaian pengelolaan sampah pada Program Banyuwangi Hijau tak lepas dari peran desa.

Sebanyak 73 desa juga telah bekerja sama melalui penandatanganan PKS.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved