Banyuwangi Raih Penghargaan Atas Pengembangan Ekosistem Halal
Universitas Brawijaya (UB) Malang berikan penghargaan kepada Banyuwangi sebagai daerah yang memiliki perkembangan ekosistem halal
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Banyuwangi mendapat penghargaan dari Universitas Brawijaya dan BPJPH karena dinilai berhasil mengembangkan ekosistem halal secara pesat.
- Kabupaten Banyuwangi meraih tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Award 2026.
- BPJPH menilai Banyuwangi layak menjadi daerah percontohan pengembangan industri halal nasional berkat dukungan terhadap UMKM dan fasilitas halal.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Aflahul Abidin
TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI – Universitas Brawijaya (UB) Malang memberikan penghargaan kepada Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah yang memiliki perkembangan ekosistem halal sangat pesat.
“Komitmen Banyuwangi dalam mengupayakan ekosistem mendapat apresiasi tinggi dari akedemisi Universitas Brawijaya dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dua hari lalu Banyuwuangi diberikan penghargaan terkait mendukung menciptakan ekosistem dan industri halal di Indonesia,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (7/5/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hasan bersama Rektor UB Malang, Prof. Widodo, S.Si., M.Si, dalam Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Award, di Kampus UB Malang, Selasa (5/5/2026).
Banyuwangi mendapatkan tiga penghargaan sekaligus. Di antaranya penghargaan atas inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan publik untuk pengembangan ekosistem halal, dan penghargaan untuk pengembangan infratruktur halal.
Baca juga: Kementan Salurkan Sumur Bor, Petani Banyuwangi Bisa Panen 3 Kali Setahun
UB Malang sendiri merupakan kampus yang selama konsen dalam ekosistem halal di Indonesia. Bahkan salah satu dosen UB Malang Prof. Dr. Tri Susanto, merupakan akademisi pertama yang melakukan penelitian tentang halal di Indonesia pada 1988 dan memantik awal mula lahirnya sertifikasi halal di Indonesia.
Rektor UB Prof. Widodo mengatakan bahwa Banyuwangi sangat potensial untuk pengembangan ekosistem halal.
Banyak hal yang bisa dikembangkan oleh Banyuwangi untuk mendukung industri halal di Banyuwangi.
“Banyuwangi itu komunitasnya banyak. Tidak hanya makanan tetapi juga ke tourism, pariwisatanya. Sehingga kita melihatnya progres Banyuwangi untuk menjadi kabupaten yang betul-betul mengembangkan ekosistem halalnya sangat bagus,” kata Prof. Widodo.
Hal yang sama juga dilontarkan oleh Kepala BPJPH Haikal Hasan. Menurutnya, Banyuwangi bisa dijadikan contoh daerah yang getol mendorong pengembangan industri halal di daerahnya.
"Saya pernah ke Banyuwangi, dan perkembangannya juga mantap menurut saya. UMKM nya didorong mendapatkan sertifikat halal, rumah potong hewannya. Jadi Banyuwangi itu bisa jadi percontohan,” kata Babe Haikal, panggilan akrab Kepala BPJPH tersebut.
Di Banyuwangi sendiri, pemkab telah memfasilitasi ribuan UMKM dalam pengurusan sertifikat halal.
Sudah terbit 22.091 sertifikat halal untuk produk UMKM yang pengurusannya difasilitasi pemkab.
Sudah ada delapan rumah potong hewan (RPH), dan empat rumah potong unggas yang tersertifikasi halal.
| Kementan Salurkan Sumur Bor, Petani Banyuwangi Bisa Panen 3 Kali Setahun |
|
|---|
| Berkat Pengolahan Sampah Silkular, Sempadan Sungai yang Dulu Jadi Tempat Sampah Kini Bersih & Rapi |
|
|---|
| Jadi Desa Antikorupsi Sejak 2022, Sukojati Banyuwangi Kembali Dipuji KPK |
|
|---|
| Ketagihan Judi Online, Warga Banyuwangi Curi Motor Jelang Subuh |
|
|---|
| Hendak ke Kebun, Warga Banyuwangi Kaget Bukan Main karena Temukan Granat Tangan, Tim Gegana Gercep |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Penghargaan-diserahkan-Kepala-Badan-Penyelenggara-Jaminan-Produk-Halal-BPJPH.jpg)