Dugaan Pelecehan Kembali Mencuat di Kampus UNU Blitar, Terduga Pelaku Seorang Dosen
Pengurus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar buka suara terkait dugaan kekerasan seksual yang dilakukan salah satu dosen terhadap mahasiswi
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Samsul Arifin
Tapi, sampai sekarang, baru ada satu mahasiswa yang melapor ke kampus.
"Yang baru lapor satu mahasiswi. Kami membuka untuk yang lain. Kalau ada 15 mahasiswi, yang 14 mahasiswi monggo lapor. Kami juga menyiapkan rumah perlindungan atau rumah aman, kalau yang bersangkutan merasa terancam," katanya.
Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Gandeng Komunitas Pecinta Kereta Api Kampanyekan Anti Pelecehan Seksual
Nonaktifkan Terduga Pelaku dari Aktivitas Kampus
BPP UNU Blitar juga sudah mengambil langkah tegas, yaitu, menonaktifkan sementara terduga pelaku dari seluruh aktivitas di lingkungan kampus untuk menjaga independensi pemeriksaan sampai ada keputusan final.
Penonaktifan sementara seluruh aktivitas kegiatan kampus terhadap terduga pelaku itu meliputi, kegiatan mengajar dan perkuliahan; pembimbingan akademik, skripsi, dan tugas akhir; pendampingan kegiatan mahasiswa; kepanitiaan dan aktivitas kelembagaan kampus; dan penggunaan fasilitas kampus untuk kepentingan akademik maupun non-akademik.
"Ini masih keputusan sela, belum final. Kami menonaktifkan yang bersangkutan dari segala pendampingan, mengajar, dan sebagainya. Kami harus menjaga keamanan di kampus," katanya.
Kawal Penanganan Kasus
Komisariat PMII UNU Blitar akan mengawal proses penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan salah satu dosen kepada mahasiswi di kampus UNU Blitar.
PMII juga terus melakukan pendampingan dan advokasi kepada para mahasiswi yang diduga menjadi korban.
"Dari hasil investigasi teman-temen PMII dan juga berkolaborasi dengan LPM Bhanu Tirta ada sekitar 15 mahasiswi yang diduga menjadi korban. Para korban ini mahasiswi angkatan 2022 sampai angkatan 2025," kata Ketua Komisariat PMII UNU Blitar, Ahmad Kafiy, dihubungi, Rabu (13/5/2026).
Kafiy mengatakan, pendampingan yang dilakukan PMII kepada para korban, antara lain, menguatkan mental korban, pendampingan akademik, dan keselamatan di kampus.
"Per hari ini juga kami tawarkan kepada para korban soal pendampingan secara psikologis. Kami kolaborasi dengan NGO di luar kampus UNU Blitar," ujarnya.
Kafiy menjelaskan, dari pengakuan korban, pelecehan yang dilakukan terduga pelaku, yaitu, secara verbal dan non-verbal.
Pelecehan secara verbal, terduga pelaku melontarkan ucapan tidak senonoh kepada korban.
"Kalau pelecehan non-verbal yang dilakukan terduga pelaku mulai merangkul dan memeluk," katanya.
Kasus Lama Terulang Kembali
Kafiy menjelaskan, kasus dugaan pelecehan yang dilakukan salah satu dosen kepada mahasiwi di Kampus UNU Blitar ini merupakan kasus lama yang terulang kembali.
Pada 2017, pernah terjadi hal serupa yang dilakukan oleh oknum dosen tersebut kepada mahasiswi.
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
UNU Blitar
pelecehan
PMII
Berita Blitar Terkini
ViralLokal
TribunJatim.com
Tribun Jatim
jatim.tribunnews.com
| Aksi Mahasiswa GMNI di DPRD Trenggalek Ungkap Banyak PR Pendidikan Daerah |
|
|---|
| Buruh Pabrik Rokok di Bojonegoro Mulai Terima BLT DBHCHT Tahap Pertama |
|
|---|
| Jelang Bebas, Warga Binaan Lapas Tuban Dilibatkan dalam Program Bedah Rumah |
|
|---|
| Viral Terpopuler: Sosok Siswa Berani Protes Juri Cerdas Cermat hingga Shindy MC Dicemooh Teman |
|
|---|
| Jatim Terpopuler: Unta Viral Peternakan Mojokerto hingga Harga Sapi Kurban Naik Rp4 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kasus-dugaan-pelecehan-di-unu-blitar.jpg)