Peternak di Blitar Merugi Rp 800 Ribu per Hari Imbas Harga Telur Anjlok Tajam

Harga telur ayam di tingkat peternak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sempat sempat anjlok beberapa pekan ini.

Tayang:
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Samsul Hadi
PETERNAK TELUR: Peternak ayam petelur, Naufal sedang mengecek ayam di kandangnya Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Senin (25/5/2026). Peternak mengeluh rugi saat harga telur anjlok. 

Menurutnya, harga aman telur dari kandang peternak dengan kondisi sekarang ini di kisaran Rp 24.000 per kilogram sampai Rp 25.000 per kilogram. 

Sedang harga acuan pemerintah (HAP) telur di tingkat peternak, yaitu, Rp 24.000 per kilogram sampai Rp 26.500 per kilogram.

"Kondisi sekarang ini, harga aman telur di tingkat peternak kisaran Rp 24.000-Rp 25.000 per kilogram. Mudah-mudahan harga telur di peternak bisa naik lagi," ujarnya.

Over Produksi Telur

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (Putera) Blitar, Sukarman mengatakan, harga telur di peternak mulai naik sekitar dua hari ini.

Sekarang, harga telur di peternak rata-rata di angka Rp 23.000 per kilogram.

"Harga sebelumnya sempat Rp 21.600-Rp 21.800 per kilogram. Padahal HAP telur Rp 24.000-Rp 26.500 per kilogram," katanya.

Dikatakannya, harga telur turun setelah Hari Raya Idul Fitri. Sebelum turun, harga telur di peternak masih Rp 24.000 per kilogram.

Menurutnya, harga telur di peternak turun karena stok di pasar masih melimpah atau over produksi setelah Hari Raya Idul Fitri. 

Stok telur melimpah karena banyak pedagang di pasar tutup saat Hari Raya Idul Fitri. 

Selain itu, serapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga sempat berhenti seminggu karena libur Hari Raya Idul Fitri.

"Akibatnya stok telur di pasaran banyak dan harga jatuh sampai sekarang. Harga telur anjlok lumayan lama," ujarnya.

Di sisi lain, kata Sukarman, banyak peternak besar yang menambah populasi ayam petelur karena ada program MBG. 

Sedang serapan telur dari peternak untuk program MBG kurang maksimal hanya dibatasi tiga kali dalam seminggu. 

Akibatnya, terjadi over produksi telur di peternak. 

Saat ini, populasi ayam petelur di Blitar lebih kurang sekitar 30 juta ekor dengan kapasitas produksi sekitar 1.500 ton per hari.

"Kami berharap pemerintah bisa memaksimalkan serapan telur dari peternak agar harga kembali naik," katanya

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved