Olimpiade Matematika di Bojonegoro Ricuh

Olimpiade Matematika di Bojonegoro Ricuh, Panitia Janji Bertanggung Jawab, Berikut Kronologinya

Kegiatan yang diikuti ribuan peserta itu diwarnai kepanikan, protes orang tua, hingga suasana tidak kondusif berujung olimpiade dihentikan

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Misbahul Munir
JANJI TANGUNGJAWAB - Panitia penyelenggara kegiatan Olimpiade Matematika tingkat SD/MI se-Kabupaten Bojonegoro buka suara. Mereka berjanji bakal bertanggungjawab. 

Ringkasan Berita:
  • Olimpiade Matematika SD/MI di Bojonegoro ricuh, ribuan peserta panik dan lomba dihentikan.
  • Jumlah peserta membengkak jadi 2.000, melebihi izin awal 1.000 peserta.
  • Panitia berjanji bertanggung jawab, termasuk pengembalian biaya pendaftaran Rp 55.000 per peserta.

Laporan Wartawan Tribunjatim Network Misbahul Munir

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO – Panitia penyelenggara kegiatan Olimpiade Matematika tingkat SD/MI se-Kabupaten Bojonegoro berjanji bakal bertanggungjawab.

Sebelumnya Olimpiade yang digelar oleh Saryta Management itu, di Gedung Serbaguna Desa Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro, Minggu (7/12/2025), berakhir ricuh.

Kegiatan yang diikuti ribuan peserta itu diwarnai kepanikan, protes orang tua, hingga suasana tidak kondusif berujung olimpiade dihentikan.

Ketua Panitia Penyelenggara Saryta Management, Ita Puspitasari, menjelaskan bahwa kericuhan bermula dari adanya protes dua orang tua peserta yang tidak menerima hasil penilaian lomba.

Situasi kemudian memanas setelah ratusan wali murid lainnya ikut merangsek masuk ke area dalam gedung.

Baca juga: BREAKING NEWS : Olimpiade Matematika di Bojonegoro Ricuh, Peserta Menangis, Panitia Diperiksa Polisi

Awal Kericuhan dari Protes Orang Tua

“Awalnya hanya dua orang tua yang protes, kemudian diikuti oleh ratusan orang tua lainnya hingga anak-anak yang masih berada di dalam gedung menjadi panik,” ujar Ita saat dikonfirmasi, Minggu (7/12/2025).

Akibat situasi yang tidak kondusif tersebut, panitia terpaksa menghentikan pelaksanaan lomba untuk sesi pertama yang beru berjalan pada tahapan level 2 dan 3.

Sementara itu, peserta yang sudah mengikuti lomba pada tahap awal tidak dapat menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan sebagaimana jadwal yang telah ditentukan karena sudah ricuh.

Baca juga: Truk Parkir Sembarang Picu Kecelakaan, Pemotor di Bojonegoro Tewas, Sopir Langsung Kabur

Panitia mencatat jumlah peserta yang terdaftar melalui lembaga rekanan mencapai sekitar 2.000 siswa. Jumlah tersebut melonjak dari laporan awal kepada pihak perizinan yang sebelumnya hanya sekitar 1.000 peserta.

Jumlah Peserta Membengkak

“Awalnya kami laporkan sesuai izin sekitar 1.000 peserta. Namun sehari sebelum pelaksanaan ada tambahan dari sekolah-sekolah sehingga jumlahnya menjadi sekitar 2.000 peserta,” jelasnya.

Sesuai jadwal Olimpiade Matematika tersebut, lanjut Ita dibagi dalam tiga gelombang pelaksanaan. Tahap pertama untuk siswa kelas 1–2 dilaksanakan pukul 07.00–09.30 WIB.

Kemudian, tahap kedua untuk kelas 3–4 pada pukul 10.00–11.30 WIB. Sementara tahap ketiga untuk kelas 5–6 dijadwalkan pukul 12.00 WIB hingga selesai.

Faktor Pemicu Kekacauan

Setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp 55.000 yang sudah termasuk fee untuk guru pendamping.

"Kegiatan ini bekerja sama dengan sejumlah sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Bojonegoro," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved