Ikut Program GAYATRI, Unun Laris Jualan Telur Ayam Jelang Ramadan, Dapat Rp50.000 per Hari

Telur hasil program gerakan beternak ayam petelur mandiri (GAYATRI) menjadi alternatif warga.

Tayang:
Penulis: Misbahul Munir | Editor: Alga W
Tribun Jatim Network/Misbahul Munir
GAYATRI - Unun Choirul Amin (44) penerima manfaat program gerakan beternak ayam petelur mandiri (GAYATRI) asal Desa Mori, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Ia bisa dapat Rp50.000 per hari. 

TRIBUNJATIM.COM - Permintaan telur di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai meningkat menjelang bulan Ramadan.

Di tengah tren kenaikan kebutuhan bahan pokok, telur hasil program gerakan beternak ayam petelur mandiri (GAYATRI) menjadi alternatif warga.

Pasalnya kebutuhan dapur dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca juga: Sulap Persebaya Jadi Tim Superior, Bernardo Tavares Akui Semua Berkat Kerja Keras Pemain

Di Desa Mori, Kecamatan Trucuk, misalnya, aktivitas di kandang ayam milik Unun Choirul Amin (44) tampak lebih sibuk dibanding hari biasa.

Setiap pagi, ibu empat anak ini mengumpulkan 40 hingga 50 butir telur dari kandangnya.

Namun memasuki pekan-pekan menjelang Ramadan, telur-telur tersebut lebih cepat terjual.

"Kalau mendekati Ramadan, biasanya banyak yang pesan. Untuk kebutuhan rumah tangga atau hajatan orang sini biasanya menyebutnya megengan," kata Unun pada kamis (12/2/2026). 

Unun merupakan salah satu keluarga penerima manfaat (KPM) Program GAYATRI yang digagas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Melalui program ini, keluarga rentan mendapatkan bantuan ternak ayam petelur sekaligus pendampingan usaha agar mampu mandiri secara ekonomi.

Dari hasil penjualan telur, Unun rata-rata memperoleh pendapatan sekitar Rp50.000 per hari.

Telur dijual kepada warga sekitar dengan harga Rp26.000 per kilogram.

Lantaran dibeli langsung dari peternak, harga tersebut relatif lebih murah dibandingkan di toko atau pasar.

"Hasilnya biasanya kami tabung, sebagian untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk bayar listrik," ujarnya.

Meningkatnya permintaan menjelang Ramadan menjadi berkah tersendiri.

Telur, sebagai salah satu komoditas, banyak dibutuhkan untuk berbagai olahan makanan, baik untuk sahur, berbuka, maupun persiapan usaha kecil-kecilan warga.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved