Terjadi Lagi, Pria di Gresik Meninggal Mendadak di Warung Kopi Kecamatan Menganti

Warga yang sedang berada di warung kopi Relax, jalan raya Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, digegerkan peristiwa meninggal mendadak.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
Istimewa
MATI MENDADAK GRESIK - Petugas saat mengevakuasi korban meninggal mendadak di warkop relax jalan raya Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Sabtu (31/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Seorang pria tanpa identitas meninggal mendadak di Warkop Relax Coffee Menganti, Gresik.
  • Sepekan sebelumnya, Hugeng Sudiastono (55) juga meninggal mendadak di Warkop Monggo Pinara, Gresik.
  • Polisi memastikan kedua kasus tidak terkait kekerasan, melainkan kondisi sakit mendadak.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Seorang pria tanpa identitas mendadak meninggal dunia di warung kopi

Warga yang sedang berada di warung kopi Relax, jalan raya Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, digegerkan peristiwa meninggal mendadak.

Seorang pria tanpa identitas meninggal mendadak di warung kopi.

Berdasarkan data dari Polsek Menganti, peristiwa terjadi pada Sabtu (31/6/2026) sekira pukul 09.00.

Saksi penjaga warung kopi mengetahui, kedatangan laki-laki tersebut dengan menggunakan sepeda angin dan berjualan es cream. Kemudian nongkrong di warkop Relax Coffee.

Baca juga: Lansia di Menganti Gresik Meninggal Mendadak di Warkop, Sempat Kejang-kejang 

Kasus Kedua di Warkop Monggo Pinara

"Sekira pukul 11.00 WIB laki-laki tersebut mandi dan mengeluh tidak enak badan kemudian, ketika duduk tiba-tiba laki-laki tersebut langsung lemas dan sesak nafas kemudian saksi berusaha mencari bantuan dan tidak berapa lama orang tersebut sudah meninggal dunia," ujar Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman.

Pemilik warung menghubungi petugas dari polsek Menganti dan tidak berapa lama petugas datang, untuk melakukan olah tkp dan melakukan pengecekan jenasah bersama dengan bidan desa. 

Baca juga: Kecelakaan Maut di Driyorejo Gresik Tewaskan Pengendara Motor, Bermula dari Ingin Mendahului

Korban hanya mengenakan celana pendek saat dievakuasi.

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, selanjutnya jenasah dibawa ke rumah sakit Ibnu Sina Kabupaten Gresik karena identitas belum diketahui, untuk dilakukan VER  luar almarhum Mr. X," jelasnya.

Kejadian yang Sama

Lansia meninggal mendadak di warung kopi yang ada di Menganti, Gresik, Jawa Timur. 

Peristiwa ini membuat warga dan pengunjung warung kopi pun kaget.

MENINGGAL MENDADAK - Korban Hugeng Sudiastono meninggal mendadak di warung kopi Dusun Kutil, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Minggu (25/1/2026) dinihari.
MENINGGAL MENDADAK - Korban Hugeng Sudiastono meninggal mendadak di warung kopi Dusun Kutil, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Minggu (25/1/2026) dinihari. (Istimewa)

Korban meninggal dunia bernama Hugeng Sudiastono, berusia 55 tahun, asal Dusun Kemendung RT 08/RW 05, Desa Ngembung, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. 

Korban diketahui tinggal di sebuah rumah kos Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa terjadi pada hari Minggu, 25 Januari 2026 pukul 02.30 WIB di Warkop Monggo pinara,  Dusun Kutil, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. 

Korban mengenakan kaos hitam, dan sarung warna ungu.

Korban duduk di bangku warung kopi, tiba-tiba ditemukan meninggal dalam keadaan terlentang di kursi warung kopi, dan sebelumnya korban memesan teh.

Sempat Kejang-kejang

“Belum sempat diminum korban kejang - kejang kemudian meninggal dunia, kemudian pemilik warung menghubungi petugas dari polsek Menganti dan tidak berapa lama petugas datang untuk melakukan olah TKP, kemudian bersama keluarga korban dibawa ke Puskesmas menggunakan Ambulance Wong Bodho, untuk dilakukan VER  almarhum Hugeng Sudiastono, dari hasil pemriksaan medis  tidak ditemukan luka dan tanda tanda  kekerasan lainnya,” ujar Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas, diketahui kondisi korban dalam keadaan sakit. 

Pihak keluarga menerima kepergiaan korban dan mengganggap sebagai takdir sang pencipta.

“Pihak keluarga sudah ikhas menerima kematian almarhum karena sudah takdir yang maha kuasa. Pihak keluarga bersedia membuat surat pernyataan tidak menuntut dan tidak bersedia dilakukan otopsi  karena keluarga korban  ingin jenasah almarhum dapat segera dimakamkan,” tutupnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved