DPRD Jatim Soroti Serapan Anggaran Pemprov yang Dinilai Rendah, Gubernur Khofifah Bantah
Fraksi PAN DPRD Jatim menyoroti serapan anggaran pemprov yang dinilai masih rendah, Gubernur Khofifah membantah dengan mengutip data terbaru.
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Poin Penting:
- Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jawa Timur menyoroti serapan anggaran Pemprov Jawa Timur dalam semester pertama tahun ini yang dinilai masih rendah.
- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membantah serapan anggaran Pemprov Jatim saat ini masih rendah.
- Khofifah menyebut data terbaru realisasi anggaran Pemprov Jatim tertinggi kedua setelah Gorontalo.
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Serapan anggaran Pemprov Jawa Timur dalam semester pertama tahun ini dinilai masih rendah oleh DPRD Jatim.
Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Jatim secara khusus menyoroti hal ini, dan meminta dilakukan akselerasi.
Sorotan Fraksi PAN ini muncul dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim, Senin (8/9/2025).
Dalam Pandangan Akhir Fraksi saat pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Jatim 2025, PAN menyebut percepatan perlu dilakukan.
"Kami prihatin secara keseluruhan serapan anggaran semester 1 masih di bawah 40 persen secara rerata," kata Juru Bicara Fraksi PAN DPRD Jatim, Suli Daim.
Secara umum, serapan anggaran pemerintah untuk tingkat daerah adalah persentase atau tingkat realisasi dana dari anggaran belanja yang telah ditetapkan dan direncanakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Dengan data tersebut, Suli menyatakan perlu kinerja lebih di lingkungan Pemprov Jatim agar serapan anggaran bisa optimal.
Apalagi, dari sisi pemerintahan saat ini normal dan sistem birokrasi sudah mapan.
Sehingga, kinerja yang dilakukan perlu terus digenjot.
Baca juga: Ramainya Isu PHK Massal Gudang Garam Mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Jatim
Meski demikian, Suli menekankan, akselerasi serapan anggaran menjelang tutup tahun atau sekitar 3 bulan lagi, harus dipastikan berdampak langsung kepada masyarakat.
Lalu, memberikan nilai tambah dan dapat menopang pemenuhan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD.
"Bukan sekedar selesai pada level administratif," jelas politisi kawakan ini.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membantah serapan anggaran Pemprov Jatim saat ini masih rendah.
DPRD Jawa Timur
Khofifah Indar Parawansa
Fraksi PAN
P-APBD Jatim 2025
TribunJatim.com
berita Jatim terkini
Tribun Jatim
| Nasib Guru Non-ASN Nganjuk Hanya Digaji Rp150 Ribu, DPRD Gelar RDP Cari Solusi |
|
|---|
| Dishub Kota Malang Siapkan Angkot 'Dual Fungsi': Gratis untuk Pelajar, Jadi Feeder untuk Umum |
|
|---|
| Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Pernah Dicopot Jokowi dari Panglima TNI |
|
|---|
| Berita Terpopuler: Harga Mahal Hak Siar Piala Dunia 2026 Hingga Balasan Inter Milan |
|
|---|
| Polres Probolinggo Kota Bongkar Kasus Penyelundupan Satwa Dilindungi dari Maluku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-Rapat-Paripurna-DPRD-Jatim-yang-berlangsung-pada-september-2025.jpg)